Sempat Viral, Suspek Hantavirus di Indonesia Dinyatakan Negatif

(Unsplash/radargarut.id)
Dua suspek hantavirus di Indonesia dinyatakan negatif (Unsplash/radargarut.id)
0 Komentar

RADARGARUT– Kabar baik datang dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Dua kasus suspek hantavirus yang baru-baru ini terdeteksi di Indonesia telah dinyatakan negatif dan pasiennya dinyatakan sembuh total.

Dilansir dari beberapa sumber, hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman pada Jumat 8 Mei 2026.

“Yang dua suspek, info hari ini sudah negatif dan sembuh,” ujarnya.

Baca Juga:Harga Pertalite Tanpa Subsidi Tembus Rp16.000/Liter, Ini FaktanyaPolisi Lakukan Investigasi Mendalam Terhadap Supir Taksi Green SM: Temukan Fakta Baru Kronologi Taksi Mogok

Meski demikian, ia belum merinci wilayah asal kedua kasus suspek tersebut. Informasi ini muncul di tengah kekhawatiran publik menyusul wabah hantavirus yang menewaskan tiga orang di kapal pesiar MV Hondius asal Belanda di perairan Cape Verde, Afrika.

Meskipun dua kasus terbaru ini berakhir baik, data keseluruhan menunjukkan hantavirus bukanlah ancaman baru di Tanah Air. Sejak 2024 hingga awal 2026, Kemenkes mencatat total 23 kasus hantavirus terkonfirmasi positif di Indonesia.

Dari jumlah tersebut, tiga orang dinyatakan meninggal dunia, sehingga tingkat kematian mencapai sekitar 13 persen. Sementara itu, dari 251 kasus suspek yang diperiksa, mayoritas dinyatakan negatif.

Kasus-kasus ini tersebar di sembilan provinsi. Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan DKI Jakarta menjadi yang terbanyak dengan masing-masing enam kasus. Disusul Jawa Barat dengan lima kasus.

Provinsi lainnya yang melaporkan kasus adalah Sumatera Barat, Banten, Kalimantan Barat, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Sulawesi Utara, masing-masing satu kasus. Semua kasus terkonfirmasi merupakan varian Seoul virus.

Menurut data tahunan, 2025 menjadi puncak dengan 17 kasus, diikuti lima kasus hingga pertengahan 2026, dan satu kasus pada 2024. Hal ini menunjukkan virus ini terus beredar di masyarakat, meski dalam skala yang masih terkendali.

Apa Itu Hantavirus dan Bagaimana Cara Penularannya?

Hantavirus adalah kelompok virus zoonotik yang secara alami menginfeksi hewan pengerat, terutama tikus.

Baca Juga:Waspada! 11 Kosmetik Ini Ditarik BPOM: Mengandung Merkuri Hingga Bahan Pemicu KankerCara Membuat Akun Fore Coffee dan Dapatkan Diskon Promo Gede 2026

Penularan ke manusia biasanya terjadi melalui kontak langsung atau tidak langsung dengan urine, feses, atau air liur tikus yang terinfeksi. Udara yang terkontaminasi oleh partikel kering dari kotoran tikus juga bisa menjadi media penularan ketika terhirup.

Gejala infeksi pada manusia bisa sangat serius, tergantung jenis virusnya. Umumnya menyebabkan demam tinggi, nyeri otot, sakit kepala, mual, dan muntah.

0 Komentar