RADARGARUT– Tragedi kecelakaan kereta api di Bekasi Timur yang menewaskan belasan orang dan melukai puluhan lainnya kini semakin terkuak. Polisi mengungkap kronologi mengerikan bagaimana sebuah taksi online berwarna hijau (Green SM) mendadak mati total di tengah rel kereta, memicu rangkaian kecelakaan maut antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek.
Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto, insiden bermula ketika taksi tersebut berada di perlintasan sebidang jalur kereta api. Kendaraan tiba-tiba mengalami mati mesin.
Sopir yang panik berusaha keluar, namun pintu mobil tidak bisa dibuka. Yang lebih aneh, transmisi mobil secara otomatis berpindah ke posisi parkir.
Baca Juga:Menelusuri Sejarah Garut Lewat Hotel Villa Dolce: Lokasi Pembunuhan Istri Konsulat Spanyol 1925Cara Cek Bansos Lewat HP: Cukup Pakai NIK!
“Pada saat sopir ingin keluar membuka pintu, tetapi tidak bisa. Transmisi berpindah ke parkir,” jelas Kombes Budi Hermanto kepada media pada Jumat, 8 Mei 2026.
Dalam situasi kritis itu, sopir hanya bisa menyelamatkan diri dengan menurunkan kaca jendela mobil. Dengan bantuan warga sekitar, ia berhasil keluar melalui jendela sisi pengemudi sebelum kereta datang menghantam.
Kejadian ini terjadi di emplasemen Stasiun Bekasi Timur pada akhir April 2026. Taksi yang mogok menjadi pemicu awal tabrakan. KRL yang menabrak taksi kemudian bertabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek, menyebabkan korban jiwa dan luka-luka yang cukup banyak.
Puluhan perjalanan kereta terpaksa dibatalkan, ribuan penumpang terganggu, dan trauma masyarakat terhadap keselamatan perlintasan sebidang semakin dalam.
Penyebab Mati Mesin Masih Diselidiki
Penyidik Subdit Keamanan Negara Ditreskrimum Polda Metro Jaya bersama tim ahli masih mendalami penyebab pasti matinya mesin taksi listrik tersebut. Salah satu dugaan kuat adalah pengaruh medan magnet dan medan listrik di sekitar jalur kereta api yang memengaruhi sistem elektronik kendaraan.
“Apakah ini dampak pengaruh dari medan magnet, medan listrik terhadap kendaraan mobil taksi online. Ini masih didalami oleh Puslabfor, begitu juga masih didalami oleh KNKT secara paralel,” tambah Kombes Budi.
Taksi Green SM yang terlibat merupakan kendaraan listrik (EV). Beberapa pakar otomotif sebelumnya menyebut bahwa mobil listrik memiliki sistem elektronik yang sensitif terhadap gangguan elektromagnetik, getaran lokomotif, atau bahkan korsleting akibat kondisi tertentu.
