Jembatan Kayu di Banjarwangi Garut Hanyut Diterjang Banjir: Pemkab Siap Bangun Jembatan Gantung Permanen

(Istimewa)
Jembatan di Banjarwangi Garut hanyut diterjang banjir (Istimewa)
0 Komentar

RADARGARUT– Setelah bertahun-tahun menunggu, warga Desa Kadongdong dan Desa Padahurip di Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut, akhirnya melihat cahaya harapan. Bupati Garut Abdusy Syakur Amin turun langsung meninjau lokasi jembatan yang putus akibat banjir bandang tahun 2022.

Pemerintah daerah bersama pusat berkomitmen segera membangun jembatan gantung permanen sepanjang 100 meter untuk memulihkan akses vital masyarakat.

“Dicanangkan akan dibangun jembatan pengganti yang kemarin kena banjir bandang. Diharapkan bisa selesai secepat-cepatnya karena kita mendapat bantuan dari pusat,” ujar Bupati Abdusy Syakur Amin saat meninjau lokasi pada Jumat 8 Mei 2026.

Baca Juga:Menelusuri Sejarah Garut Lewat Hotel Villa Dolce: Lokasi Pembunuhan Istri Konsulat Spanyol 1925Cara Cek Bansos Lewat HP: Cukup Pakai NIK!

Kunjungan ini sekaligus memastikan kesiapan lahan dan dukungan masyarakat untuk pelaksanaan proyek yang didanai pemerintah pusat. Jembatan lama yang menghubungkan dua desa tersebut hanyut diterjang banjir bandang pada 2022.

Sejak itu, warga terpaksa mengandalkan jembatan darurat buatan swadaya. Akses menjadi sulit, terutama bagi anak-anak yang bersekolah, pasien yang membutuhkan layanan kesehatan, dan petani yang mengangkut hasil bumi ke pasar. Kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat sempat lumpuh, memaksa mereka memutar jalan yang jauh dan berisiko.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Garut, Agus Ismail, menjelaskan bahwa pembangunan jembatan gantung ini merupakan bagian dari program Kementerian PUPR untuk meningkatkan aksesibilitas di daerah terpencil.

“Alhamdulillah, melalui dorongan Bupati, kita akan berkolaborasi dengan pihak desa untuk membuka akses jalur pendekat di Kadongdong dan Padahurip,” katanya.

Saat ini proses pengadaan sudah berjalan setelah lahan ditetapkan dengan dukungan penuh dari pemerintah desa dan masyarakat setempat. Kepala Desa Kadongdong, Maoluddin Lapit, menyampaikan rasa syukur mendalam atas perhatian pemerintah.

“Selama ini masyarakat Desa Padahurip yang mau ke kota harus lewat sini. Anak sekolah, petani, semuanya bergantung pada akses ini. Jembatan permanen ini sangat vital untuk meningkatkan ekonomi warga,” ujarnya.

Pembangunan jembatan ini bukan hanya sekadar infrastruktur, melainkan simbol ketangguhan dan kepedulian pemerintah terhadap daerah rawan bencana. Garut yang kerap dihantam banjir bandang dan longsor akibat topografi pegunungan serta curah hujan tinggi, membutuhkan solusi jangka panjang seperti jembatan yang lebih kuat dan tahan bencana.

0 Komentar