Sebanyak 174 Jemaah Haji Plus Petugas Asal Garut Diberangkatkan, Kemenhaj Ungkap 5 Orang Tertunda Karena Sakit

Rizka/Radar Garut
Keberangkatan Jemaah Haji asal Garut 2026. (Rizka/Radar Garut)
0 Komentar

GARUT – Kementrian Haji dan Umrah Kabupaten Garut, melepas sebanyak 174 jemaah Haji plus petugas yang tergabung kedalam kloter 22 akan berangkat ke tanah suci melalui Embarkasi Kertajati, Kabupaten Majalengka.

Kepala Kemenhaj Garut, Indra Azwar Mawardi, mengatakan dari total 174 jemaah haji yang akan berangkat ada yang mengalami kendala sakit 5 orang, sehingga hanya 169 yang akan berangkat.

“Sekarang alhamdulillah untuk Garut jumlahnya itu 169 dari 174, ternyata ada jemaah yang tunda berangkat dikarenakan sakit 5 orang jadi untuk sekarang diberangkatan 169 dan ditambah dengan petugas 5 jadi 174,” ujarnya saat diwawancarai di Halaman Pamengkang Pendopo Garut, Kamis, 7 Mei 2026.

Baca Juga:Dinsos Garut Ungkap Faktor Bullying dan Konsumsi Obat Terlarang Bisa Picu Gangguan JiwaAlpukat Kelud Jadi Daya Tarik Petani Garut

Ia mengungkapkan, untuk 5 orang yang terkendala karena sakit memang yang menentukan ialah dinas kesehatan, dan tidak bisa digantikan karena waktunya mepet.

“Sementara kayaknya dia (yang 5 orang kendala sakit) ingin berangkat mudah-mudahan sembuh tahun depan,” ungkap Indra.

Namun demikian, Indra memaparkan, jika terkendala pemberangkatan bisa digantikan dengan syarat harus ahli waris yang sedarah dengan jemaah haji tersebut.

“Contohnya misalkan bapaknya yang sakit terus mau tunda berangkat terus mau dilimpahkan itu yang berhak itu adik bapaknya, anaknya, ibunya,” paparnya.

Indra menyebutkan, dari total 169 jemaah haji ada sekitar 60% usia lansia, sekitar 80 orang an, dan yang paling tua usia 93 atas nama Ija dari Kecamatan Bayongbong.

“Ya sekarang itu kan tagline-nya itu ramah lansia dan disabilitas dan wanita, itu kebanyakan jemaah semua Indonesia itu yang pertama itu lansia dan wanita,” katanya.

Selanjutnya, kata Indra, untuk kloter Garut akan bergabung dengan beberapa kabupaten/kota, seperti Kota Cimahi dan Kota Bandung di kloter 22 JKT, yang sebelumnya di JKS Bekasi, namun untuk sekarang pindah ke JKT atau Indramayu.

Baca Juga:Korban Kebakaran di Garut Antre Bantuan Disperkim, Stok Bahan Bangunan Sempat Kosong Berbulan-bulanDinkes Garut Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor untuk Tekan Angka Stunting Hingga 12,4 Persen

Sedangkan, untuk yang berangkat tahun 2026 ini hampir rata-rata antri dari 12 tahun yang lalu, dan ada usia jemaah Haji paling muda asal Tarogong Kaler.

“Kalau untuk sekarang itu 2014, hampir 12 tahun ya. Yang paling muda itu 17 tahun, Fadlan kalau nggak salah, dia domisili di Tarogong Kaler,” ucapnya.

Ia menjelaskan, terkait penyesuaian jumlah kuota itu biasanya untuk Garut diangka 1.931 artinya 1 berbanding 1.000, namun untuk sekarang tahun 2026 sesuai nomor urut porsi di Provinsi, jadi yang belum berangkat dari Kabupaten/kota lain akan diurut menjadi yang terbesar.

0 Komentar