Korban Kebakaran di Garut Antre Bantuan Disperkim, Stok Bahan Bangunan Sempat Kosong Berbulan-bulan

Kebakaran Rumah Panggung di Pasirwaru Garut, Satu Lansia Meninggal Dunia.(Ist)
Kebakaran Rumah Panggung di Pasirwaru Garut, Satu Lansia Meninggal Dunia beberapa waktu lalu.(Ist)
0 Komentar

GARUT – Korban kebakaran di Kabupaten Garut kini tengah menanti realisasi bantuan bahan bangunan dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Garut.

Banyak warga terdampak yang sudah mengajukan permohonan bantuan, namun hingga saat ini belum seluruhnya dapat terealisasi.

Kepala Bidang Perumahan Disperkim Kabupaten Garut, Nadia, membenarkan kondisi tersebut. Ia menyebut sejak akhir tahun 2025 hingga Mei 2026, jumlah korban kebakaran yang mengantre untuk mendapatkan bantuan terus bertambah.

Baca Juga:Dinkes Garut Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor untuk Tekan Angka Stunting Hingga 12,4 PersenDishub Garut Minta Warga Lebih Sabar di Perlintasan Kereta, Jangan Ulangi Tragedi Bekasi Timur

Menurut Nadia, belum tersalurkannya bantuan disebabkan oleh proses pengadaan yang baru saja selesai.

Ia menjelaskan bahwa sejak November 2025 hingga awal Mei 2026, belum ada permohonan bantuan yang bisa dipenuhi karena stok bahan bangunan telah habis.

“Pengadaan bahannya baru selesai beberapa hari ke belakang, nah dari penyedia bisa kirim ke gudang ini mudah-mudahan minggu ini,” ujarnya.

“Stok barang tahun 2025 sudah habis sejak bulan November,” sambung Nadia.

Saat ini, Disperkim Kabupaten Garut masih menunggu pengiriman bahan bangunan dari pihak penyedia atau pemenang tender untuk selanjutnya didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Nadia mengakui banyaknya permintaan bantuan yang masuk, namun belum dapat diakomodasi karena proses pengadaan baru rampung.

“Jadi memang yang meminta bantuan ke kita itu banyak, belum bisa kita akomodir karena proses pengadaannya baru selesai kemarin,” tegasnya.

Lebih lanjut, Nadia menjelaskan bahwa bantuan bahan bangunan yang diberikan bersifat stimulan, bukan pembiayaan penuh pembangunan rumah.

Baca Juga:Tanggap Darurat Bencana Garut Diperpanjang, Alokasi BTT Tetap Rp7,5 MiliarTramadol Jadi Ancaman Generasi Muda

Oleh karena itu, masyarakat penerima diharapkan dapat menyiapkan swadaya agar bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal.

“Dan perlu diingat juga sebetulnya bantuan itu berupa stimulan saja ya, jadi tidak full,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya akan memantau progres pembangunan di lapangan untuk memastikan adanya partisipasi swadaya dari masyarakat.

Hal ini dilakukan agar bantuan tidak terbuang sia-sia dan benar-benar digunakan untuk pembangunan kembali rumah yang rusak.

Adapun jenis bantuan bahan bangunan yang disiapkan antara lain 20 sak semen, 10 lembar GRC, 300 buah genting, serta 100 buah hebel.

Sementara itu, salah satu korban kebakaran, Imas, warga Kampung Cijelereun, Desa Mekarsari, Kecamatan Bayongbong, mengaku sangat berharap bantuan tersebut segera terealisasi.

0 Komentar