Penuh Kekompakan dan Makna, WBP Perempuan Rutan Garut Tampilkan Tari Saman Hasil Pembinaan

istimewa
Penuh Kekompakan dan Makna, WBP Perempuan Rutan Garut Tampilkan Tari Saman Hasil Pembinaan
0 Komentar

GARUT – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Garut terus menghadirkan berbagai program pembinaan positif bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP), salah satunya melalui kegiatan seni tari. Kali ini, WBP perempuan menampilkan Tari Saman yang sarat akan nilai kebersamaan, disiplin, dan kekompakan.

Kepala Rutan Kelas IIB Garut, Muchamad Ismail mengatakan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari program pembinaan kepribadian yang rutin dilaksanakan di lingkungan Rutan Garut.

“Selain sebagai media ekspresi seni, kegiatan tersebut juga untuk membentuk karakter warga binaan agar lebih percaya diri dan mampu membangun semangat kebersamaan selama menjalani masa pembinaan,” kata Ismail.

Baca Juga:HMI Kritik Kegiatan Kirab Budaya, Sebut Garut Tidak Butuh Raja300 Pengusaha Ultra Mikro Garut Selatan Didorong Naik Kelas, PNM Perkuat Pendampingan Lewat PKU Akbar 2026

Dalam penampilannya, para WBP perempuan tampak kompak membawakan gerakan Tari Saman yang penuh energi dan selaras. Kekompakan yang ditampilkan tidak hadir secara instan, melainkan melalui proses latihan yang dilakukan secara bertahap dan disiplin.

Menariknya, kegiatan seni tari tersebut dibina langsung oleh peserta magang yang memiliki latar belakang pendidikan seni tari. Kehadiran mereka memberikan suasana baru dalam proses pembinaan sekaligus menjadi bentuk kolaborasi positif antara generasi muda dengan warga binaan.

“Melalui kegiatan itu, para warga binaan tidak hanya belajar gerakan tari, tetapi juga memahami pentingnya kerja sama, fokus, kedisiplinan, dan rasa tanggung jawab dalam mencapai tujuan bersama,” ucapnya.

Ismail mengatakan bahwa pembinaan melalui seni merupakan salah satu pendekatan yang efektif dalam membangun mental dan karakter warga binaan.

“Melalui kegiatan seni tari ini, kami ingin memberikan ruang positif bagi warga binaan untuk mengekspresikan diri sekaligus membangun rasa percaya diri mereka. Tari Saman bukan hanya soal gerakan, tetapi juga mengajarkan nilai kebersamaan, kekompakan, disiplin, dan saling menghargai satu sama lain,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa proses pembinaan di dalam rutan tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga menyentuh sisi kemanusiaan dan pengembangan kepribadian warga binaan agar memiliki bekal saat kembali ke tengah masyarakat.

“Kami ingin warga binaan memiliki pengalaman dan pembelajaran yang positif selama menjalani masa pembinaan. Seni menjadi salah satu media yang efektif untuk membangun mental, menumbuhkan semangat, serta mengurangi tekanan psikologis yang mungkin mereka rasakan selama berada di dalam rutan,” jelasnya.

0 Komentar