Dinkes Catat 112 Kasus Campak dan Rubela, Didominasi Wilayah Garut Selatan

(Istimewa)
Kasus campak di Indonesia naik drastis di tahun 2026 (ilustrasi/Istimewa)
0 Komentar

“Mudah-mudahan hari ini target kita tercapai 95 persen. Kalau tercapai otomatis anak-anak usia 5 tahun ke bawah ini akan terlindungi dari campak,” imbuhnya.

Pelaksanaan imunisasi dilakukan secara serentak di seluruh kecamatan, desa, puskesmas, dan posyandu sejak awal April.

Untuk mencapai target tersebut, pihaknya lakukan strategi sweeping atau kunjungan door to door bagi anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi.

Baca Juga:Disdik Kabupaten Garut Siap Tindak Lanjuti Revitalisasi RKBAturan WFH ASN Di Garut Terus Berjalan, Pemkab Siap Evaluasi Penggunaan BBM Dan Energi Listrik

“Imunisasi ini gratis dan menjadi langkah paling efektif untuk mencegah penularan,” tegasnya.

Ia menambahkan, imunisasi pencegahan penularan tidak hanya dilakukan untuk masyarakat umum saja tetapi tenaga kesehatan juga menjadi sasaran imunisasi karena memiliki risiko tinggi tertular dari pasien.

Namun, untuk imunisasi tenaga kesehatan, saat ini masih difokuskan di rumah sakit pemerintah seperti RSUD Pameungpeuk, RSUD dr. Slamet, dan RS Malangbong.

“Untuk saat ini kita bertahap hanya rumah sakit pemerintah dulu, nanti kita akan sesuai dengan arahan dari kemenkes, mungkin akan melanjutkan dengan rumah sakit dan klinik swasta, termasuk puskesmas,” pungkasnya.

Dengan upaya dan koordinasi dengan banyak pihak, diharapkan dapat menekan tingginya angka kasus campak dan rubel di Kabupaten Garut.(Ale)

0 Komentar