GARUT – Buruh atau pekerja di Kabupaten Garut masih banyak permasalahan, dari mulai UMK, angka pengangguran, kesetaraan gender, perlindungan bagi para pekerja, dari sisi lain pekerja migran Garut pun masih bermasalah.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Garut, Nia Gania Karyana.
Menurutnya, hingga sekarang banyak kasus permasalahan pada pekerja Migran Garut yang belum tertangani.
Baca Juga:Kinerja Keuangan PDAM Positif, Bupati Garut Dorong Perluasan Sambungan Air ke Rumah WargaMeriah! Kirab Budaya Garut Bangkitkan Kembali Kebanggaan Sunda
Nia mengatakan, banyak pekerja Migran yang berangkat ke Kamboja secara Ilegal, yang akhirnya bekerja sebagai operator Judi Online (Judol).
“Nah kebanyakan mereka pergi ke Kamboja dan ilegal nah pulangnya sulit ke sini. Nah kebanyakan bagi mereka yang ke Kamboja itu di sana tidak ada pekerjaan, akhirnya jadi operator judol,” katanya.
Kemudian, Nia mengungkapkan, jika terjaring ilegal maka Pemkab sulit untuk menanganinya, sehingga sebagai langkahnya perwakilan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Garut lakukan koordinasi.
“Maka salah satu upayanya adalah BP3MI yang ada di Kabupaten Garut perwakilannya itu sering melakukan koordinasi,” ungkapnya.
Selain itu, ia pernah mendapatkan berita hoaks terkait 100 buruh migran dari China datang ke perusahaan PT.UNI Cibatu.
“Seperti kemarin ada informasi buruh migran yang dari China 100 orang datang ke Uni, setelah dicek oleh imigrasi Garut itu tidak ada. Kemudian di Jakarta juga tidak ada, ternyata itu hoaks 100 orang itu,” ungkap Nia.
Ia menambahkan, pekerja yang ingin bekerja ke luar negeri harus dibuktikan dengan Visa, untuk memastikan keamanan.
Baca Juga:Kemenkop Perkuat Akses Pembiayaan Kopdes Merah Putih Jadi Penggerak Ekonomi DesaViral, Diduga Siswi SMK Negeri di Garut yang Mewarnai Rambutnya Dicukur Paksa
“Kan kalau ke Indonesia masih harus pakai Visa. Visa itu membuktikan seberapa panjang dia akan tinggal di Indonesia dan untuk apa gitu, nah itulah yang sebetulnya sudah kita lakukan,” pungkasnya. (Rizka)
