Tragedi Maut Bekasi Timur: Kemenhub Sidak Ketat Pool Taksi Green SM

(Disways)
Kemenhub lakukan sidak ke perusahaan taksi Green SM terduga penyebab tragedi KRL Bekasi Timur (Disways)
0 Komentar

Polisi telah menahan sopir taksi berinisial RRP sebagai tersangka. Pemeriksaan terhadap sopir tersebut mengungkap bahwa ia sempat merokok sebelum kejadian. Sementara itu, semua korban tewas dalam tabrakan tersebut merupakan perempuan dewasa.

Dampaknya cukup luas, puluhan perjalanan kereta dibatalkan, KAI mendirikan posko darurat, dan DPR RI bahkan menuntut pengunduran diri Dirut KAI akibat dugaan kegagalan sistem keselamatan.

Green SM Indonesia sendiri telah merespons dengan menyatakan dukungan penuh terhadap proses investigasi yang dilakukan oleh kepolisian, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), serta pihak terkait lainnya.

Baca Juga:Infinix GT 50 Pro Rilis: Hp Gaming Mulai Dari Rp6,5 Jutaan!Polres Garut Ringkus Pria 30 Tahun Pengedar Obat Keras di Tarogong Kidul

Perusahaan berjanji akan mengungkap fakta-fakta yang terjadi dan berkoordinasi secara transparan.

Namun, Kemenhub tetap membentuk tim khusus untuk mendalami aspek perizinan, administrasi, standar keselamatan, dan kepatuhan operasional armada Green SM.

Kasus ini menyoroti kerentanan keselamatan transportasi multimoda di Indonesia, terutama di persimpangan antara jalan raya dan rel kereta api. Perlintasan tak terjaga atau perilaku pengemudi yang kurang disiplin sering menjadi titik lemah.

Ditambah lagi, penggunaan kendaraan listrik seperti taksi Green SM (VinFast) membawa tantangan baru terkait prosedur darurat dan pemeliharaan.

Sidak Kemenhub ini diharapkan tidak hanya menjadi respons reaktif, tetapi juga mendorong perbaikan sistemik, peningkatan pengawasan pre-trip inspection, tes kesehatan dan kompetensi pengemudi secara rutin, serta integrasi teknologi keselamatan yang lebih baik.

Bagi masyarakat Bekasi dan pengguna transportasi umum, tragedi ini menjadi pengingat penting akan risiko sehari-hari. Banyak yang menuntut agar pemerintah pusat dan daerah memperketat pengawasan angkutan umum, terutama taksi online dan ojek daring yang semakin masif.

Sementara itu, evaluasi menyeluruh terhadap infrastruktur perkeretaapian, termasuk sinyal, palang pintu otomatis, dan edukasi masyarakat di sekitar rel, juga mendesak dilakukan.

Baca Juga:KAI Prioritaskan Evakuasi dan Penanganan Korban Tragedi Bekasi Timur: Jadwal Kereta Dibatalkan untuk Fokus PenEvakuasi Korban Tragedi KRL Bekasi Timur Memakan Waktu 12 Jam: Tercatat 14 Orang Meninggal Dunia

Kemenhub menegaskan tidak akan segan memberikan sanksi jika ditemukan pelanggaran serius terhadap SMK PAU. Proses investigasi bersama KNKT dan kepolisian masih berlangsung, dengan harapan agar penyebab pasti terungkap dan langkah pencegahan konkret segera diimplementasikan.

Tragedi Bekasi Timur tidak boleh berulang. Keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama, bukan sekadar formalitas administrasi.(*)

0 Komentar