Stasiun Bekasi Timur Kembali Beroperasi: Menhub Tekankan Keselamatan Pasca Tragedi

(Istimewa)
Stasiun Bekasi Timur kembali beroperasi (Istimewa)
0 Komentar

RADARGARUT– Stasiun Bekasi Timur yang sempat ditutup menyusul kecelakaan maut antara Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line dan Kereta Api Argo Bromo Anggrek kini resmi dibuka kembali.

Pembukaan dilakukan secara bertahap dengan pengoperasian satu jalur sementara, setelah melewati serangkaian pemeriksaan ketat oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan uji coba operasional.

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa keselamatan menjadi prioritas utama dalam setiap langkah pemulihan.

Baca Juga:Infinix GT 50 Pro Rilis: Hp Gaming Mulai Dari Rp6,5 Jutaan!Polres Garut Ringkus Pria 30 Tahun Pengedar Obat Keras di Tarogong Kidul

Kecelakaan tragis tersebut terjadi pada Senin malam, 27 April 2026, di wilayah Stasiun Bekasi Timur. Insiden ini menelan korban sebanyak 106 orang, dengan rincian 15 penumpang meninggal dunia dan 91 lainnya mengalami luka-luka.

Hingga Rabu 29 April 2026, 38 korban luka telah diperbolehkan pulang untuk menjalani pemulihan di rumah. Tragedi ini sempat menyebabkan penutupan sementara stasiun dan pembatasan operasional jalur kereta di kawasan tersebut.

Dalam keterangan pers yang disampaikan langsung di lokasi pada Rabu sore, Menhub Dudy Purwagandhi menyatakan bahwa layanan KRL dan rel akan dibuka secara bertahap sesuai dengan kejelasan dari pihak KNKT.

“Apabila sudah ada clearance dari KNKT siang ini, kami akan membuka kembali layanan KRL Jabodetabek dari Cikarang dan Bekasi Timur. Saat ini kami masih dalam tahap persiapan uji rel, persinyalan, dan sebagainya. Yang paling utama dan harus diperhatikan adalah aspek keselamatan,” ujarnya.

Pemulihan jalur berjalan cukup cepat. Jalur hilir telah dibuka kembali sejak Selasa 28 April dini hari pukul 01.30 WIB, sehingga kereta api jarak jauh dari arah timur bisa kembali melintas.

Sementara jalur hulu dinyatakan bersih dari puing-puing pada Rabu dini hari pukul 02.00 WIB. Meski demikian, masih diberlakukan pembatasan kecepatan hingga 30 km/jam di area stasiun sebagai langkah pencegahan.

Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, menambahkan bahwa pihaknya bersama KNKT telah memastikan keselamatan jalur untuk kereta jarak jauh, meskipun dengan pembatasan tersebut.

Baca Juga:KAI Prioritaskan Evakuasi dan Penanganan Korban Tragedi Bekasi Timur: Jadwal Kereta Dibatalkan untuk Fokus PenEvakuasi Korban Tragedi KRL Bekasi Timur Memakan Waktu 12 Jam: Tercatat 14 Orang Meninggal Dunia

Pembukaan kembali Stasiun Bekasi Timur ini sangat dinantikan masyarakat Jabodetabek, khususnya para pengguna KRL Commuter Line yang mengandalkan rute Bekasi-Cikarang untuk aktivitas sehari-hari.

Stasiun ini merupakan salah satu simpul penting transportasi massal di wilayah pinggiran Jakarta yang padat penduduk. Dengan dibukanya kembali layanan, diharapkan mobilitas warga dapat segera pulih tanpa mengganggu arus lalu lintas kereta api jarak jauh yang tetap beroperasi.

0 Komentar