Budidaya Nila di Garut Kian Bergeliat Berkat Program MBG

(Feri/Radar Garut)
Peningkatan panen ikan nila untuk memenuhi kebutuhan program MBG. (Feri/Radar Garut)
0 Komentar

GARUT – Sektor budidaya ikan nila di Kabupaten Garut menunjukkan geliat positif seiring hadirnya program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Program tersebut dinilai mampu menciptakan kepastian pasar bagi para pembudidaya, sehingga mendorong peningkatan produksi di berbagai wilayah.

Di Kecamatan Bayongbong, salah satu sentra budidaya ikan nila, para pembudidaya mulai kembali meningkatkan aktivitasnya.

Baca Juga:PKL Menjamur, Pemkab Garut Gencar Tertibkan Bangunan Liar Biang Kemacetan di Sejumlah TitikGarut Diprediksi Jadi Produsen Besar Alpukat dalam Lima Tahun ke Depan

Agah Margana, seorang pembudidaya lokal, mengaku kini lebih optimistis untuk menambah jumlah benih ikan nila yang ditebar.

Ia menyebut, adanya kepastian serapan dari program MBG menjadi faktor utama yang membangkitkan semangat para pelaku usaha perikanan.

Dengan adanya pasar yang jelas, risiko kerugian akibat hasil panen yang tidak terserap dapat diminimalkan.

“Kalau permintaan MBG tinggi seperti ini, saya juga semangat untuk menambah budidaya,” ujarnya.

Di sisi lain, sejumlah Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kabupaten Garut juga mulai merasakan dampak positif dari program tersebut.

BUMDes Desa Mekarsari, misalnya, kini rutin menerima pesanan ikan nila dari dapur MBG.

Koordinator lapangan bidang ikan nila BUMDes Desa Mekarsari, Nunung, mengungkapkan bahwa pihaknya telah beberapa kali memenuhi permintaan pasokan ikan nila untuk kebutuhan program tersebut.

Untuk menjaga ketersediaan, BUMDes memberdayakan pembudidaya lokal di desa setempat.

Baca Juga:Baru 34 Titik, DLH Sebut Ruang Terbuka Hijau di Garut Belum IdealBanyak Anak Usia SD Putus Sekolah, Disdik Garut Siapkan Program Jemput Bola

Selain itu, kolaborasi antar-BUMDes juga terus diperkuat guna memenuhi permintaan yang semakin meningkat. Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam mendukung program ketahanan pangan berbasis desa.

“Dengan hadirnya program mbg pembudidaya ikan nila tampak semangat karena memiliki kepastian bahwa hasil yang mereka budidayakan bisa terserap oleh pasar,” katanya.

“Tentu ini juga menjadi kolaborasi yang baik antar bumdes di Garut. Karena kami juga bekerja sama dengan sejumlah Bundes lain untuk memenuhi kebutuhan ikan nila tersebut,” sambungnya.

Dengan tren positif ini, Nunung berharap sektor budidaya ikan nila di Garut diharapkan terus berkembang dan mampu menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat desa, sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat melalui program MBG.(Feri)

0 Komentar