Baru 34 Titik, DLH Sebut Ruang Terbuka Hijau di Garut Belum Ideal

Rizka/Radar Garut
Ruang Terbuka Hijau, Taman Kota Simpang Lima. (Rizka/Radar Garut)
0 Komentar

GARUT – Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kabupaten Garut khusunya wilayah perkotaan, akan terus dilakukan pemeliharaan. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Jujun Juansyah Nurhakim.

Menurut Jujun, hingga saat ini Pemkab memiliki 34 RTH dalam bentuk hutan kota, taman dan lainnya, sertia memiliki RTH Kahati.

Jujun menyampaikan, bahwa untuk saat ini masih dilakukan pemeliharaan saja, namun untuk rehabilitasi tidak memungkinkan, karena keterbatasan anggaran.

Baca Juga:Banyak Anak Usia SD Putus Sekolah, Disdik Garut Siapkan Program Jemput BolaAksi Penipuan Sasar Warga Garut Modus Kirim Bukti Transfer Editan

“Jadi lebih sifatnya ke pemeliharaan seperti ya pembabatan rumput, kemudian pembersihan sampah kan, yang penting mah bersih, kemudian penanaman pohon lagi gitu kan yang udah tua gitu kan,” ujarnya saat dikonfirmasi diruangannya belum lama ini.

Ia menyebutkan, dengan total 34 RTH yang dimiliki Pemkab, Jujun mengaku masih kurang dari idelanya.

“Sebenarnya dari sisi ruang terbuka hijau masih ini ya masih kurang, kita baru 2-3 persen, jadi itu harusnya maksimal 30 persen,” sebutnya.

Jujun menjelaskan, diperkotaan Garut masih banyak potensi yang bisa dijadikan RTH, karena RTH sendiri tidak harus milik pemerintah, artinya masyarakat juga bisa menyediakan RTH asalkan sesuai kategori.

“Yang penting sesuai dengan kategori ruang terbuka hijau, salah satunya kan penuduh, kemudian kehijauan untuk karbon, kemudian untuk kenyamanan, ke dalam artian rekreasi dan sebagainya, untuk edukasi bisa juga,” jelasnya.

Lebih jauh ia menjelaskan, wilayah perkotaan Garut seperti Kecamatan Tarogong Kidul, Tarogong Kaler, dan Garut Kota banyak yang bisa dijadikan RTH, seperti halnya di Kampung Pasawahan.

“Nah, di ini kan masih banyak yang bisa kita jadikan itu ruang terbuka hijau. Seperti kemarin kita tambahkan yang di Pasawahan nih, itu jadikan RTH oleh kita, itu kan Lebah Madu juga kan disana, jadi ada fungsi tadi edukasinya, rekreasinya, ada ekonominya,” jelasnya.

Baca Juga:Belum Ada Pembangunan Terminal Angkot Garut, Dishub Utamakan Kebersihan dan FasilitasDiduga dari Bakar Sampah, Atap Rumah Warga Garut Ludes Dilalap Api

Sedangkan, untuk melakukan rehabilitasi RTH yang sudah ada membutuhkan anggaran yang tidak kecil, dan memang lebih baik dilakukan pemeliharaan.

“Kalau untuk sampai rehab kayak mana gitu ya anggaranya kan gede contohnya misalkan kalau kita mau rehab simpang 5 bisa lebih dari Rp1 miliar, orang kan masih melihat daripada dibongkar keluar uang itu lebih baik dibersihan gitu kan, kita skala prioritas juga,” ucapnya.

0 Komentar