GARUT – Seorang warga Perum Bumi Cempaka Indah, Karangpawitan, Garut, nyaris menjadi korban penipuan dengan modus transfer bank.
Mulyana (45), warga Blok 7 RW 16, menceritakan kejadian yang dialaminya, pada Selasa 14 April 2026 lalu, ia tiba-tiba menerima pesan whatsaap yang menginformasikan adanya transfer uang sebesar Rp50.575.000 ke rekeningnya.
“Jadi waktu itu tiba-tiba ada yang kirim bukti transfer uang, saya pikir itu transferan dari saudara saya yang memang bekerja di luar negeri,” ujar Emul, sapaan akrabnya, pada Rabu 29 April 2026.
Baca Juga:Belum Ada Pembangunan Terminal Angkot Garut, Dishub Utamakan Kebersihan dan FasilitasDiduga dari Bakar Sampah, Atap Rumah Warga Garut Ludes Dilalap Api
Tak berselang lama, nomor yang tidak dikenalnya tersebut tiba-tiba menelpon dirinya. Dalam percakapannya, dana transferan Rp50 juta itu bisa dicairkan dengan syarat Emul harus transfer terlebih dahulu sebesar Rp575.000.
“Jadi orang itu nelpon, katanya bisa cair asalkan yang 575 ribu itu di transferkan dulu, saya aga bingung, curiga juga,” ucapnya.
Namun, ditengah kebingungan dan rasa curiganya, ia sempat yakin bahwa transferan itu benar karena nomor rekening yang dicantumkan benar merupakan rekening dirinya.
Selain itu, orang tidak dikenal tersebut juga mengaku merupakan teman dari saudaranya yang saat ini bekerja di luar negeri.
“Awalnya percaya tidak percaya kan, kenapa dia bisa tahu nomor rekening saya dan tahu saudara saya yang kerja di Arab, tapi bingung juga kenapa harus transfer dulu,” imbuhnya.
Sebelum akhirnya, Emul diyakinkan oleh tetangganya bahwa transferan tersebut merupakan transfer palsu alias penipuan.
“Saya tanya ke pak RW, katanya itu penipuan, kata pak RW lihat saja tulisan di bukti transfernya saja sudah jelas itu kalau itu editan,” katanya.
Baca Juga:Bumdes se-Garut Siap Audiensi ke DPRD, Soroti Dapur MBG yang Dinilai Abaikan Produk DesaGarut Siap Gelar Festival Layang-layang Internasional, 14 Negara Dipastikan Ikut
Untuk lebih memastikan lagi, akhirnya Emul memilih untuk memastikan kebenaran informasi tersebut dengan mendatangi ATM guna mengecek saldo rekeningnya.
“Alhamdulillah saldo saya masih utuh, tidak ada penambahan apa pun. Ternyata kiriman Rp 50 juta itu bohong atau hoaks,” katanya.
Atas kejadian tersebut, Emul mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap berbagai modus penipuan, terutama yang mengatasnamakan transfer uang dalam jumlah besar.
“Pokoknya jangan mudah percaya kalau ada kiriman uang yang tidak jelas. Pastikan dulu kebenarannya,” pungkasnya. (Ale)
