Sebagian SPPG Kadungora Berhenti Beroperasi Akibat Macetnya Dana Anggaran

istimewa
ilustrasi: Dapur MBG (istimewa)
0 Komentar

RADARGARUT– Program makan bergizi gratis bagi siswa sekolah di Kabupaten Garut menghadapi kendala serius. Sebanyak enam Satuan Pelayanan Pelayanan Gizi (SPPG) di wilayah tersebut terpaksa menghentikan operasionalnya karena anggaran dari Badan Gizi Nasional (BGN) belum dicairkan. Kondisi ini langsung berdampak pada ribuan siswa yang semestinya menerima makanan bergizi setiap hari.

Video yang beredar di media sosial menunjukkan suasana sepi di salah satu dapur SPPG di Kecamatan Kadungora. Tak ada aktivitas pengolahan bahan makanan maupun distribusi seperti biasanya.

Truk pengangkut makanan yang biasa beroperasi terparkir diam, sementara area loading dan dapur tampak sepi tanpa karyawan yang sibuk mempersiapkan menu harian. Banner besar Badan Gizi Nasional masih terpasang di dinding gedung, tetapi aktivitas di baliknya telah terhenti.

Baca Juga:Waspada Hujan Deras! BMKG Himbau Masyarakat Waspada Hari IniBadan Komunikasi Pemerintah Jamin Tak Ada Anggaran APBN yang Bocor: Respon Demo Masyarakat Jumat Silam

Menurut informasi yang dihimpun, penghentian operasional ini terjadi karena keterlambatan pencairan anggaran. Akibatnya, siswa di sejumlah sekolah dasar di Kecamatan Kadungora, termasuk UPT SDN 4 Mandalasalari, untuk sementara waktu tidak menerima jatah makan bergizi gratis.

Program yang digagas pemerintah ini semula bertujuan meningkatkan status gizi anak sekolah dan mendukung konsentrasi belajar.Camat Kadungora, Muhammad Badar Hamid, menyampaikan harapannya agar permasalahan ini segera terselesaikan.

“Memang betul, tentu kami sangat berharap ini segera terselesaikan oleh pihak BGN ya, bisa segera dapat dicairkan dan tetap bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa pihaknya sedang berupaya mengalihkan pelayanan ke SPPG lain yang masih beroperasi. Namun, proses pengalihan tersebut masih memerlukan pengaturan dan koordinasi yang matang agar distribusi makanan tetap tepat sasaran dan tidak mengganggu jadwal sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut dan pihak Badan Gizi Nasional belum memberikan keterangan resmi terkait jadwal pencairan anggaran. Sementara itu, orang tua siswa mulai khawatir dengan kondisi ini.

Beberapa di antaranya menyatakan harapan agar program yang telah berjalan baik ini tidak terhenti lama. Kasus serupa sempat terjadi di beberapa daerah lain ketika pencairan anggaran program nasional mengalami keterlambatan.

Hal ini terjadi karena terungkapnya kasus korupsi MBG yang dilakukan oleh mantan Kepala BGN Dadan. Sehingga pemerintah melakukan evaluasi dan kajian ulang terhadap program ini.

0 Komentar