RADARGARUT– Insiden tragis terjadi pada Senin malam, 27 April 2026, pukul sekitar 20:52-20:55 WIB di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi.
Kereta Api jarak jauh Argo Bromo Anggrek tujuan Surabaya menabrak rangkaian KRL Commuter Line (Cikarang Line) yang sedang berhenti, menyebabkan tabrakan hebat yang menimbulkan korban jiwa dan kerusakan signifikan pada sarana perkeretaapian.
Menurut kronologi yang diungkap Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, kejadian bermula dari sebuah taksi yang “menemper” atau menabrak KRL di Jalur Perlintasan Langsung (JPL) dekat Bulak Kapal.
Baca Juga:Garuda Indonesia Jadi Maskapai Paling Tepat Waktu di Dunia Versi OAG Maret 2026Wabup Garut Putri Karlina Tekankan Pengendalian Penduduk Lewat KB
Akibatnya, KRL yang datang dari arah Cikarang menuju Bekasi terpaksa berhenti mendadak. Di belakangnya, KA Argo Bromo Anggrek yang melaju di jalur yang sama tidak sempat mengerem sempurna dan akhirnya menghantam bagian belakang KRL.
Beberapa laporan menyebut tabrakan bersifat head-to-head atau adu kepala, dengan lokomotif Argo Bromo bahkan masuk ke dalam gerbong KRL, menimbulkan suara dentuman keras seperti ledakan yang membuat warga sekitar panik.
Hingga berita ini dikembangkan, tercatat lima orang meninggal dunia yang merupakan bagian dari petugas kebersihan (cleaning service) dan penumpang yang terjepit material kereta.
Puluhan lainnya mengalami luka-luka dan langsung mendapat penanganan medis di lokasi. Sementara itu, seluruh 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, termasuk masinis yang juga selamat.
Evakuasi dilakukan oleh tim PT KAI bersama kepolisian dan Basarnas yang mengerahkan personel elite Basarnas Special Group (BSG).
Dampak operasional langsung terasa. Aliran listrik aliran atas (LAA) pada jalur Cibitung–Bekasi Timur dan area yard Stasiun Bekasi Timur dimatikan sementara demi keselamatan. Perjalanan kereta di lintas tersebut lumpuh, memaksa KAI melakukan rekayasa pola operasi dan mengalihkan rute bagi penumpang lain. KAI menyatakan sedang berupaya maksimal agar operasional bisa kembali normal secepatnya.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan.
Baca Juga:Mengenal Gesrek: Kesenian Ekstrem Kebal Tubuh yang Mencuri Perhatian di Gebyar Pesona Budaya Garut 2026BBM Non Subsidi Terus Melambung Capai Angka Rp25.000 Per Liter
“Kami bersama pihak kepolisian tengah melakukan proses evakuasi rangkaian kereta serta penanganan korban di lokasi kejadian,” ujarnya.
