RADARGARUT– Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, menegaskan pentingnya pengendalian penduduk melalui program Keluarga Berencana (KB) sebagai langkah strategis pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga dan membangun generasi yang lebih berkualitas.
Pernyataan tersebut disampaikan saat ia meninjau langsung pelayanan KB Metode Operasi Wanita (MOW) yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk serta Keluarga Berencana (DPPKBPPPA) Kabupaten Garut pada Sabtu 25 April 2026 di Klinik Bunda Alya, Tarogong Kidul.
Dalam tinjauannya, Wabup Putri Karlina menyoroti bahwa program pelayanan KB bukan sekadar layanan kesehatan semata, melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan keluarga dan bangsa.
Baca Juga:BBM Non Subsidi Terus Melambung Capai Angka Rp25.000 Per LiterLanggar Gencatan Senjata: Israel Serang Lebanon Selatan, 14 Warga Sipil Tewas
“Maka kita ada program pengendalian penduduk agar anak itu tidak terlalu banyak, dan orang tua bisa fokus untuk membesarkan anak dengan pendidikan yang baik serta penghasilan yang memadai,” ujarnya.
Menurut Wabup, pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali sering kali menjadi pemicu berbagai permasalahan sosial-ekonomi, seperti kesulitan akses pendidikan, kesehatan, dan lapangan kerja.
Di Kabupaten Garut, yang memiliki jumlah penduduk cukup besar, pengendalian laju pertumbuhan penduduk menjadi prioritas agar sumber daya daerah dapat didistribusikan secara merata dan berkelanjutan.
Program KB MOW, sebagai salah satu metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP), diharapkan dapat menurunkan Total Fertility Rate (TFR) serta mengurangi risiko angka kematian ibu dan bayi.
Kegiatan pelayanan KB MOW ini diselenggarakan secara gratis sebagai bentuk komitmen Pemkab Garut dalam mendekatkan layanan kesehatan reproduksi kepada masyarakat.
Wabup Putri Karlina mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah daerah dengan klinik swasta seperti Klinik Bunda Alya yang telah mendukung pelaksanaan program ini. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama pasangan usia subur, untuk aktif berpartisipasi dalam program KB tanpa ragu atau stigma.
Pengendalian penduduk melalui KB juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam menekan stunting dan meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Garut. Dengan keluarga kecil yang berkualitas, diharapkan generasi mendatang dapat tumbuh sehat, cerdas, dan berdaya saing.
Baca Juga:Harga Emas Antam 27 April 2026: Nilai Stagnan Dikisaran Rp2,8 JutaJalur Transportasi Kereta Api Garut Semakin Hidup, Hubungkan Garut Dengan Jakarta
Wabup menekankan bahwa keberhasilan program KB tidak hanya bergantung pada pemerintah, melainkan juga kesadaran masyarakat untuk mengubah pola pikir bahwa memiliki banyak anak tanpa perencanaan justru dapat membebani keluarga dan daerah.
