RADARGARUT– Gebyar Pesona Budaya Garut 2026 yang digelar pada Sabtu, 25 April 2026 di Jalan Ahmad Yani, pusat Kota Garut, berhasil menyedot ribuan warga dan wisatawan.
Festival tahunan ini memamerkan ragam kekayaan budaya Garut melalui karnaval budaya sepanjang 2 km, pagelaran seni tradisional, hingga atraksi modern. Salah satu penampilan yang paling mendebarkan dan menjadi sorotan utama adalah kesenian Gesrek dari Kecamatan Pamulihan.
Gesrek langsung membuat bulu kuduk merinding. Para penampil dengan tenang membiarkan tubuh mereka dibacok golok tajam, ditusuk benda runcing, hingga diledakkan petasan di badan tanpa luka sedikit pun.
Baca Juga:BBM Non Subsidi Terus Melambung Capai Angka Rp25.000 Per LiterLanggar Gencatan Senjata: Israel Serang Lebanon Selatan, 14 Warga Sipil Tewas
Aksi ini bukan sekadar hiburan, melainkan warisan tradisional yang sarat makna spiritual dan sejarah panjang masyarakat Garut.
Asal-Usul dan Makna Kesenian Gesrek
Kesenian Gesrek berasal dari Desa Pakenjeng, tepatnya Kampung Kamojang atau Kamongan, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Kata “Gesrek” sendiri konon diambil dari suara “srek-srek” yang muncul saat padi dipikul saat musim panen dulu.
Seiring waktu, kesenian ini berkembang menjadi pertunjukan kekebalan tubuh yang sering disebut juga Seni Bubuang Pati atau Bubuang Diri, yang artinya mempertaruhkan nyawa.
Awalnya, Gesrek bukanlah atraksi untuk menguji kesaktian semata. Ia bermula dari ritual masyarakat agraris yang ingin menunjukkan kekuatan batin, doa, dan kedekatan dengan kekuatan gaib untuk melindungi diri dari bahaya.
Mirip dengan Debus di Banten, Gesrek di Garut memiliki nuansa religius yang kuat. Pertunjukan biasanya diawali dengan gerakan pencak silat untuk memanggil kekuatan arwah atau roh pelindung yang merasuki pemain utama.
Setelah itu, barulah aksi ekstrem dimulai seperti bacokan golok di berbagai bagian tubuh, tusukan keris atau benda tajam, ledakan petasan yang ditempelkan di badan, bahkan aksi memakan pecahan kaca atau benda berbahaya lainnya.
Semua dilakukan tanpa persiapan khusus seperti trik sulap modern. Para pemain mengandalkan ilmu kebatinan, mantra, dan latihan spiritual yang turun-temurun. Biasanya satu kelompok Gesrek terdiri dari 10 orang pemain utama, didukung 4-7 orang yang menyiapkan peralatan.
Baca Juga:Harga Emas Antam 27 April 2026: Nilai Stagnan Dikisaran Rp2,8 JutaJalur Transportasi Kereta Api Garut Semakin Hidup, Hubungkan Garut Dengan Jakarta
Gesrek di Gebyar Pesona Budaya Garut 2026
Di ajang Gebyar Pesona Budaya Garut 2026 kemarin, penampilan Gesrek dari Pamulihan menjadi salah satu highlight karnaval. Ribuan pasang mata tak berkedip saat kelompok ini tampil di tengah hiruk-pikuk Jalan Ahmad Yani.
