Disdukcapil Garut Jemput Bola Ke Bangsal Puskesmas: Beri Layanan Inklusif Untuk ODGJ

(Istimewa)
Disdukcapil beri layanan inklusif untuk ODGJ (Istimewa)
0 Komentar

RADARGARUT– Dalam upaya mewujudkan pelayanan publik yang benar-benar humanis dan inklusif, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Garut kembali menunjukkan komitmen nyata.

Melalui Tim Reaksi Cepat Kegawatdaruratan Adminduk, petugas dinas melakukan aksi “jemput bola” langsung ke bangsal perawatan Puskesmas Limbangan untuk merekam dokumen administrasi kependudukan (Adminduk) seorang warga yang mengidap gangguan jiwa atau ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa), pada Kamis 16 April 2026.

Pasien tersebut sedang menjalani perawatan medis intensif di puskesmas setempat. Kondisi kesehatannya tidak memungkinkan untuk datang ke kantor Disdukcapil.

Baca Juga:Wabup Garut Putri Karlina Tekankan Pengendalian Penduduk Lewat KB Mengenal Gesrek: Kesenian Ekstrem Kebal Tubuh yang Mencuri Perhatian di Gebyar Pesona Budaya Garut 2026

Alih-alih membiarkan warga tersebut terlantar tanpa identitas resmi, tim T-Rekk dengan sigap membawa perangkat mobile perekaman biometrik canggih ke lokasi.

Proses perekaman foto wajah dan sidik jari dilakukan dengan cepat, hati-hati, serta penuh empati di dalam bangsal, tanpa mengganggu jalannya pengobatan yang sedang berlangsung.

Langkah ini bukan sekadar prosedur administratif biasa. Identitas kependudukan seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) menjadi syarat mutlak bagi warga untuk mengakses berbagai layanan pemerintah, termasuk pengobatan lanjutan, program jaminan kesehatan nasional (BPJS), bantuan sosial, serta hak-hak dasar lainnya.

Bagi penyandang ODGJ yang sedang dalam kondisi rentan, ketiadaan dokumen ini bisa menjadi hambatan serius yang justru memperburuk kondisi mereka.

Plt Kepala Disdukcapil Kabupaten Garut, Natsir Alwi, menegaskan bahwa program T-Rekk merupakan wujud nyata dari pelayanan berorientasi kemanusiaan.

“Kami tidak ingin ada satu pun warga yang terhambat mendapatkan pengobatan atau bantuan sosial hanya karena tidak memiliki KTP atau KK. T-Rekk hadir untuk memotong birokrasi yang rumit. Petugas kami siap turun ke lapangan, baik ke rumah sakit, puskesmas, maupun ke rumah warga yang membutuhkan,” ujarnya.

Menurut Natsir, Tim T-Rekk dirancang khusus untuk menangani situasi kegawatdaruratan adminduk. Tim ini dilengkapi dengan teknologi mobile yang memungkinkan perekaman data secara langsung di lokasi, kemudian diproses secara cepat hingga dokumen resmi dapat diterbitkan.

Baca Juga:BBM Non Subsidi Terus Melambung Capai Angka Rp25.000 Per LiterLanggar Gencatan Senjata: Israel Serang Lebanon Selatan, 14 Warga Sipil Tewas

Seluruh rangkaian layanan ini diberikan secara gratis, tanpa dipungut biaya sedikit pun, sesuai dengan komitmen pemerintah daerah untuk menghilangkan hambatan ekonomi bagi kelompok rentan.

0 Komentar