Langgar Gencatan Senjata: Israel Serang Lebanon Selatan, 14 Warga Sipil Tewas

(Unsplash/radargarut.id)
Serangan udara Israel tewaskan 14 warga sipil di Lebanon Selatan (Unsplash/radargarut.id)
0 Komentar

RADARGARUT– Situasi di perbatasan Lebanon Selatan kembali memanas secara dramatis. Di tengah kesepakatan gencatan senjata yang seharusnya membawa ketenangan, deru jet tempur dan ledakan justru kembali memecah kesunyian.

Pada Senin, 27 April 2026, serangan udara yang dilancarkan militer Israel dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 14 orang, memicu kekhawatiran global akan runtuhnya stabilitas yang baru saja diupayakan.

​Kronologi Serangan dan Korban Jiwa

Berdasarkan data resmi dari Kementerian Kesehatan Lebanon, serangan tersebut menghantam beberapa titik di wilayah selatan negara itu.

Baca Juga:Infinix GT50 Pro Resmi Rilis: Bawa Teknologi HydroFlow ke Level TertinggiKode Redeem FF 24 April 2026: Buruan Klaim Bundle Eksklusif dan Diamond Gratis Sebelum Hangus

Tragedi ini menelan korban jiwa dari kalangan sipil, termasuk di antaranya dua orang wanita dan dua anak-anak yang tidak berdosa. Selain korban tewas, sebanyak 37 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan yang bervariasi.

​Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA) melaporkan bahwa salah satu titik serangan paling mematikan terjadi di desa Kfar Tibnit. Serangan ini berlangsung tak lama setelah militer Israel mengeluarkan perintah evakuasi mendadak untuk tujuh lokasi yang berada di utara Sungai Litani.

Penduduk yang tidak sempat menyelamatkan diri terjebak di tengah gempuran udara yang menghancurkan infrastruktur pemukiman.

​Dalih Israel dan Pelanggaran Gencatan Senjata

Serangan ini terjadi di tengah periode gencatan senjata yang telah disepakati sejak 17 April 2026. Namun, pihak Israel membela tindakannya dengan alasan keamanan nasional.

Melalui juru bicara militer berbahasa Arab, Kolonel Avichay Adraee, Israel menyatakan bahwa operasi tersebut merupakan respons tegas terhadap apa yang mereka sebut sebagai “pelanggaran perjanjian” oleh kelompok Hizbullah.

​Israel mengklaim memiliki hak untuk bertindak terhadap ancaman yang dianggap “akan segera terjadi” atau “sedang berlangsung”. Di sisi lain, eskalasi ini dianggap oleh banyak pihak sebagai ancaman serius bagi keberlangsungan perdamaian di kawasan tersebut.

Ketegangan semakin meningkat karena IDF terus beroperasi di wilayah yang mereka sebut sebagai “garis kuning” di dekat perbatasan, tempat warga Lebanon sebelumnya telah diperingatkan untuk tidak kembali.

Baca Juga:Gerak Cepat Taros Kapolres: Sat Samapta Polres Garut Bongkar Peredaran Miras di Tarogong KidulTransformasi Digital Garut: Garut Hebat Super App Resmi Berganti Nama Jadi 'Sagarut'

​Dampak Kemanusiaan dan Eskalasi Regional

Selain menjatuhkan korban jiwa, serangan udara ini juga merusak fasilitas umum. Laporan dari lapangan menyebutkan adanya penghancuran rumah tinggal dan rumah ibadah di wilayah Nabatieh dan Bint Jbeil.

0 Komentar