Doa Ulama Iringi Muscab PPP Garut , Harus jadi Momentum Kembalikan Jati Diri Partai

istimewa
Doa Ulama Iringi Muscab PPP Garut, Harus jadi Momentum Kembalikan Jati Diri Partai
0 Komentar

“Hampir semua kader baik struktural maupun kultural menyambut antusias Muscab kami gelar di lingkungan pondok pesantren. Bahkan mereka telah memberikan pernyataan resmi kepada kami,” sebut Asep.

Pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Huda Al Burhaniyyah, Bayongbong, Ade Burhan menilai kegiatan ini sebagai momentum kebangkitan PPP.

“Sebagai orang yang berjuang sejak dulu untuk PPP, saya menaruh harapan baru PPP bisa bangkit lagi menjadi partai besar yang berjuang dalam menegakkan syariat islam, berdiri dan berjuang bersama para ulama dan santri, untuk kemajuang agama, bangsa dan negara,” tegas Ade.

Baca Juga:Rutan Garut Perkuat Komitmen Zero HALINAR, Tekankan Integritas dan Pengawasan InternalKemenangan Kelas Pekerja Jangan Dikhianati, GMNI Desak DPRD dan Pemda Garut Segera Bentuk Perda PRT

Pimpinan Pondok Pesantren Al Islah Badahiyah Rancabolang, Aceng Miraz Sibawaeh menilai langkah PPP kembali ke pesantren sebagai keputusan tepat.

“Selama beberapa dekade ini PPP terkesan hampir meninggalkan ulama dan pesantren, padahal PPP lahir dari sana, sehingga ciri khas PPP sebagaimana dikehendaki para pendiri sebagai wadah perjuangan menegakkan amar ma’ruf nahi munkar nyaris diabaikan, dan malah larut dengan arus warna politik yang dikembangkan partai partai lain pada umumnya, dan PPP terus mengecil. Bahkan pemilu 2024 lalu kita gagal masuk ke parlemen,” ucapnya.

Ia mengaku optimistis jika PPP kembali merangkul ulama dan pesantren, maka kejayaan partai dapat kembali diraih.

“Insya Alloh kalau benar benar PPP bersama lagi dengan para ulama, PPP ke depan akan kembali berainar,” imbuhnya.

Wakil Ketua DPW PPP Jawa Barat, Yudi Muhamad Aulia mengapresiasi langkah DPC PPP Garut.

“Saya dukung penuh langkah ini. Dan ke depan PPP harus semakin banyak melibatkan para ulama dan pesantren baik dalam menentukan kebijakan partai maupun langkah perjuangan memenangkan PPP lagi,” kata Yudi.

Ia juga menanggapi adanya dinamika internal yang sempat muncul menjelang pelaksanaan Muscab.

Baca Juga:Menanamkan Cinta Bumi Sejak Dini: Pendidikan Kecil, Dampak BesarKakek Tua Asal Cibalong Ditangkap Polisi, Diduga Lakukan Kekerasan Seksual terhadap Anak

“Aneh aja, masa iya sih kader PPP menolak kegiatan partai di laksanakan di Pesantren, kan aneh ?. Maka saya menganggap mereka belum berpikir secara jernih tentang kepentingan kebesaran partai saja, dan Alhamdulillah semua bisa diselesaikan,” katanya. (*)

0 Komentar