Di sinilah pendidikan anak menjadi sangat penting. Kepedulian terhadap lingkungan tidak bisa muncul tiba-tiba ketika dewasa. Ia harus ditanam sejak kecil, dilatih, dan dijadikan kebiasaan.
Anak-anak perlu dikenalkan bahwa membuang sampah sembarangan itu bukan hanya “tidak rapi”, tapi juga merusak lingkungan. Bahwa merawat tanaman bukan sekadar tugas, tapi bentuk kasih sayang terhadap bumi.
Pendekatannya pun tidak harus rumit. Justru yang paling efektif adalah yang sederhana dan dekat dengan kehidupan mereka. Mengajak anak membersihkan kelas bersama, menanam tanaman di halaman sekolah, atau sekadar mengingatkan untuk hemat air, itu semua adalah pendidikan lingkungan yang nyata. Dari situ, anak belajar bahwa menjaga bumi bukan teori, tapi tindakan sehari-hari.
Baca Juga:Kakek Tua Asal Cibalong Ditangkap Polisi, Diduga Lakukan Kekerasan Seksual terhadap AnakKejurda Voli U-18 Jabar di Garut Resmi Ditutup, Tectona Dominasi Dua Kategori
Secara pedagogis, pendidikan lingkungan adalah bagian dari pembentukan karakter. Anak yang terbiasa peduli pada lingkungannya, biasanya juga lebih peka, lebih bertanggung jawab, dan lebih disiplin. Mereka belajar bahwa setiap tindakan punya dampak. Mereka belajar berpikir tidak hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk orang lain dan masa depan.
Yang tidak kalah penting, anak adalah peniru. Mereka belajar bukan dari apa yang kita katakan, tetapi dari apa yang kita lakukan.
Jika orang dewasa di sekitarnya masih membuang sampah sembarangan, merusak alam, atau tidak peduli pada lingkungan, maka sulit berharap anak akan berbeda. Sebaliknya, jika mereka melihat contoh yang baik, maka nilai itu akan tumbuh dengan sendirinya.
Garut sebenarnya punya kekuatan besar. Alamnya masih indah, udaranya masih relatif sejuk, dan lingkungannya masih bisa dijadikan ruang belajar yang hidup. Tinggal bagaimana kita memanfaatkannya sebagai bagian dari pendidikan anak. Jangan sampai anak-anak kita lebih mengenal kerusakan daripada keindahan.
Hari Bumi ini mengingatkan kita bahwa mendidik anak bukan hanya tentang membaca, menulis, dan berhitung. Ada satu hal penting yang tidak boleh tertinggal: mengajarkan mereka untuk peduli.
Karena pada akhirnya, anak-anak inilah yang akan melanjutkan kehidupan di bumi ini. Dan dari tangan merekalah, masa depan bumi akan ditentukan, apakah tetap lestari, atau justru semakin rusak. (*)
