GARUT – Angka pengangguran di Kabupaten Garut hingga saat ini tercatat 6,09 persen, dan lulusan SMA serta Mahasiswa masih menjadi penyumbang terbesar dalam angka tersebut.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Garut, Nia Gania Karyana, menyebutkan bahwa dibalik angka pengangguran 6.09 persen, banyak juga masyarakat Garut yang membuat Kartu Kuning (AK1).
Menurutnya, jika diakumulasikan hingga sekarang sekitar 2.500 masyarakat Garut yang membuat kartu kuning yang tercatat di Disnakertrans Garut yang didominasi oleh lulusan SMA.
Baca Juga:Usulan ASN Baru Terbentur Anggaran, Belanja Pegawai Melebihi Batas AturanPemkab Garut Gelar Cek Kesehatan Gratis, Guna Mencegah Penyakit Serius Sejak Dini
“Dan sampai saat ini yang membuat kartu kuning pencari kerja banyak SMA ya, kalau diakumulasikan saya punya data hampir 2.500 pencari kerja membuat kartu kuning, itu yang terdeteksi melalui ini, dan saya yakin itu melebihi itu,” sebutnya.
Ia mengungkapkan, pembuat kartu kuning/AK 1 ini memang dari wilayah yang mobilitas jangkauan nya mudah selain dari perkotaan Garut, itu ada dari Kecamatan Karangpawitan dan Malangbong.
Namun, kata Nia, masih ada beberapa wilayah di Garut yang belum terdeteksi oleh Disnakertrans berapa lulusan SMA yang belum mempunyai pekerjaan.
“Nah sementara di Kecamatan Talegong, Cisewu, Bungbulang belum terdeteksi berapa sebetulnya lulusan siswa yang belum punya kerja,” ungkapnya.
Nia memaparkan, sektor yang paling tinggi diminati oleh para pencari kerja biasanya di perdagangan, industri, dan fashion, serta ada beberapa perusahaan yang paling diminati untuk bekerja di bidang upper sepatu.
“Ya sebetulnya tetap kalau yang paling tinggi ya perdagangan sebetulnya, yang kedua industri, industri pun terbatas karena disini hanya ada upper sepatu dengan fashion dan yang terbanyak adalah upper sepatu itu pun terbatas juga, ada Changsin, Pratama, Ultimate,” paparnya.
Ia menambahkan, sekitar 12 ribu yang telah dilakukan penyerapan tenaga kerja oleh perusahaan Changsin, kemudian disusul oleh Pratama.
Baca Juga:Penanganan Banjir Samangen Garut Butuh Dukungan, Termasuk Dari Pemerintah PusatUjang Saepuloh Terpilih Aklamasi, Pimpin NPCI Garut Periode 2026–2031
Selain itu, kata Nia, para pencari kerja yang ingin bekerja di Changsin dan Pratama itu pelatihan nya bisa dilakukan di BLK, agar mempermudah penempatannya meskipun mengikuti proses seleksi dari perusahaan.
“Nah makanya pelatihan yang dilakukan dengan PT Changsin dan Pratama ini dilatih oleh kita, kemudian penempatannya secara langsung gitu, tetapi melalui proses yang dilakukan oleh mereka, kita hanya menyiapkan tenaganya gitu,” tutupnya. (Rizka)
