Miris! Aliran Kali Baru Bojonggede Tertutup Tumpukan Sampah Tepat di Momen Hari Lingkungan Hidup Sedunia

istimewa
Kondisi tumpukan sampah di Kali Baru Bojonggede. (Istimewa)
0 Komentar

RADARGARUT – Pemandangan memprihatinkan terlihat di aliran Kali Baru, tepatnya di kawasan Jembatan Villa Asia, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Jumat 5 Juni 2026.

Berdasarkan pantauan Jabar Ekspres, tumpukan sampah dalam jumlah besar menutupi hampir seluruh permukaan sungai.

Kondisi tersebut membuat aliran air nyaris tidak terlihat karena tertutup material sampah yang mengendap di bawah jembatan.

Baca Juga:Laga Indonesia vs Oman Dikawal 1.400 Personel, Suporter Diimbau TertibRupiah Cetak Rekor Terlemah, Pemerintah Pastikan Fundamental Ekonomi Solid

Sampah yang mendominasi terdiri dari styrofoam, peti buah, serta berbagai jenis limbah rumah tangga.

Akumulasi sampah itu membuat permukaan sungai tampak seperti hamparan berwarna putih, sementara air di bawahnya tertutup sepenuhnya.

Di sekitar lokasi juga tampak sejumlah karung berisi sampah hasil pembersihan yang telah diangkut petugas.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, proses pembersihan sudah dilakukan sejak pagi hari dan akan dilanjutkan hingga esok hari untuk mengurai tumpukan sampah yang masih menyumbat aliran sungai.

Salah seorang warga setempat, Ramasusanti (58), mengatakan tumpukan sampah mulai terlihat sejak Kamis, 4 Juni 2026 pagi.

Sebelum sampah kiriman datang, kondisi sungai masih terlihat normal dengan aliran air yang lancar.

“Pagi sekitar jam sembilan atau sepuluh air masih ngalir deras. Enggak lama siangnya sudah penuh gabus-gabus sampah, sampai penuh banget,” ujarnya.

Baca Juga:Pria ODGJ Mengamuk Bawa Golok, Warga Terluka Saat Belanja SayurTaklukkan Wakil China, Sabar/Reza Amankan Tiket Delapan Besar

Menurutnya, kondisi yang terjadi saat ini merupakan yang terburuk selama ia tinggal di kawasan tersebut. Meski sebelumnya sampah kerap terlihat di sungai, aliran air biasanya masih dapat terlihat.

“Ini paling parah selama saya tinggal di sini. Biasanya ada sampah juga, tapi airnya masih kelihatan. Kalau yang sekarang bener-bener ga kelihatan airnya ketutup sampah semua,” katanya.

Ia menduga tumpukan sampah berasal dari wilayah hulu, terutama kawasan pasar, yang terbawa arus saat debit air meningkat akibat hujan deras.

Ramasusanti menuturkan, warga sekitar kerap merasakan dampak dari kiriman sampah tersebut. Selain menyumbat aliran sungai, sampah yang menumpuk juga berpotensi memicu banjir di lingkungan sekitar.

“Kalau daerah Bojonggede diguyur hujan, biasanya ada kiriman sampah dari atas. Kadang kita juga di sini juga kena, sampai suka banjir di depan rumah,” ungkapnya.

0 Komentar