RADARGARUT– Kerkof Garut, atau yang lebih akrab disebut Lapangan Kerkhof/Kerkop oleh warga lokal, adalah salah satu ikon sejarah Kota Garut yang paling unik.
Terletak di Jalan Merdeka, Kecamatan Tarogong Kidul, tempat seluas sekitar 2 hektare ini kini menjadi Sarana Olahraga (SOR) Merdeka, pusat aktivitas fisik, rekreasi, dan wisata kuliner malam yang ramai.
Namun, di balik kesegaran rumput sintetisnya yang standar FIFA, tersimpan kisah panjang sebagai saksi bisu masa kolonial Belanda.
Baca Juga:Mengapa Ikan Sapu-Sapu Kini Jadi Buruan Utama di Sungai Indonesia?Badai Geopolitik dan Kurs Paksa Pertamina Naikkan Harga BBM
Asal Usul dan Pendirian Kerkof Garut (1923)
Kerkof Garut didirikan pada tahun 1923 oleh pemerintah kolonial Belanda. Kata “Kerkhof” dalam bahasa Belanda secara harfiah berarti “halaman gereja” atau pemakaman.
Saat itu, Garut merupakan daerah perkebunan dan pusat administrasi penting di Priangan. Banyak warga Belanda dan Eropa yang tinggal dan bekerja di sini, sehingga dibutuhkan lahan pemakaman khusus untuk mereka.
Menurut sejarawan Garut seperti Warjita, lapangan ini awalnya berfungsi sebagai kuburan bagi ratusan orang Belanda dan Eropa yang meninggal di wilayah Garut. Pemakaman ini aktif dari 1923 hingga awal 1980-an.
Makam-makamnya tertata rapi dengan nisan khas Eropa, menjadi simbol dominasi kolonial di tanah Sunda.
Perubahan Fungsi di Era Kemerdekaan
Setelah Indonesia merdeka, Kerkof Garut mengalami transformasi besar. Pada tahun 1981, Pemerintah Kabupaten Garut di bawah kepemimpinan bupati saat itu memutuskan untuk merelokasi seluruh makam ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Santiong di Kecamatan Karangpawitan. Proses pemindahan memakan waktu beberapa tahun.
Pada 1983, di masa Bupati Taufik Hidayat (1983-1988), lahan bekas pemakaman ini diubah menjadi arena pacuan kuda untuk masyarakat. Kemudian, fungsinya semakin berkembang menjadi sarana olahraga umum.
Pada tahun 2003, Bupati Garut kala itu, Dede Satibi secara resmi mengganti nama menjadi Sarana Olahraga Merdeka (SOR Merdeka). Meski begitu, masyarakat Garut tetap setia memanggilnya “Kerkof” atau “Kerkop” hingga sekarang.
Baca Juga:Moring Khas Garut: Camilan Renyah Gurih yang Underrated, Wajib Dibawa Pulang sebagai Oleh-Oleh!Rahasia Kulit Glowing Alami: 7 Manfaat Alpukat yang Terbukti Secara Ilmiah
Kondisi Terkini: Renovasi 2024 yang Membuatnya Makin Modern
Memasuki 2026, Kerkof Garut tampil jauh lebih menawan berkat renovasi besar-besaran yang dirampungkan pada Januari 2024. Bupati Garut Rudy Gunawan meresmikan “wajah baru” lapangan ini dengan anggaran miliaran rupiah.
