Menelusuri Jejak Sejarah Pasar Guntur Garut: Dari Pusat Barter Hingga Ikon Ekonomi Kota Intan

(Istimewa)
Pasar Guntur Garut (Istimewa)
0 Komentar

RADARGARUT – Jika berbicara tentang denyut nadi ekonomi di Kabupaten Garut, Jawa Barat, maka perhatian tentu tidak bisa lepas dari Pasar Guntur.

Sebagai salah satu pasar tradisional terbesar dan tertua di wilayah Priangan Timur, Pasar Guntur bukan sekadar tempat transaksi jual-beli, melainkan saksi bisu transformasi sosial dan ekonomi masyarakat Garut selama puluhan tahun.

​Awal Mula dan Letak Strategis

Secara historis, keberadaan pasar di Garut sudah ada sejak zaman kolonial Belanda, namun Pasar Guntur yang kita kenal sekarang memiliki narasi sejarah yang erat kaitannya dengan penataan tata ruang kota.

Baca Juga:Gebyar Pesona Budaya Garut 2026: Karnaval Budaya 2 Kilometer Hadirkan Pesona 3 Zaman iPhone Air: Revolusi Desain Tertipis Apple yang Mengguncang Pasar Gadget 2026

Nama “Guntur” sendiri diambil dari nama gunung api aktif yang menjulang di dekat wilayah tersebut, yaitu Gunung Guntur.

​Pada awalnya, aktivitas perdagangan di Garut tersebar di beberapa titik kecil. Namun, seiring dengan pertumbuhan penduduk dan meningkatnya produksi hasil bumi seperti sayur-mayur, tembakau, dan kerajinan kulit, pemerintah daerah mulai memusatkan aktivitas perdagangan di area yang lebih terorganisir.

Pasar Guntur pun berdiri sebagai terminal akhir bagi distribusi komoditas dari pelosok desa menuju pusat kota.

​Transformasi dari Masa ke Masa

Pada era 1970-an hingga 1980-an, Pasar Guntur mengalami masa keemasan sebagai pusat grosir sayuran terbesar yang memasok kebutuhan ke Bandung hingga Jakarta.

Lokasinya yang berdekatan dengan terminal bus atau yang saat ini dikenal sebagai Terminal Guntur menjadikannya titik pertemuan yang sangat strategis bagi para tengkulak dan petani.

​Namun, perjalanan pasar ini tidak selalu mulus. Sejarah mencatat beberapa kali peristiwa kebakaran besar yang menghanguskan ribuan kios. Salah satu momen krusial adalah renovasi besar-besaran yang mengubah wajah pasar dari tatanan tradisional yang terkesan kumuh menjadi bangunan yang lebih permanen dan tertata.

Meskipun telah mengalami modernisasi, nilai “tradisional” tetap dipertahankan melalui interaksi tawar-menawar yang masih kental.

Baca Juga:Nilai Tukar Rupiah Melemah Sentuh Angka Rp17.127Korban Luapkan Kekecewaan dan Kemarahan Saat 16 Pelaku Grup Chat Mesum FHUI Dihadapkan Langsung di Auditorium

Peran Ekonomi dan Budaya Lokal

Pasar Guntur Garut saat ini berfungsi sebagai Interchange Center. Di sinilah produk unggulan Garut seperti jeruk garut, dodol, hingga kerajinan olahan kulit seringkali ditemukan dalam partai besar sebelum didistribusikan ke luar daerah. Selain itu, pasar ini menjadi tumpuan hidup bagi ribuan pedagang kecil dan menengah.

0 Komentar