GARUT – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum tirta Intan Garut bersama anggota DPRD Garut menyalurkan bantuan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) kepada salah seorang warga yang masuk dalam kategori wanita rawan sosial ekonomi.
Penyaluran bantuan tersebut sebagai salah satu upaya dalam menanggulangi kemiskinan ekstrem di Kabupaten Garut.
Bantuan tersebut diberikan kepada Novi Megawati, warga Kampung Astana Hilir, RT 01 RW 08, Kelurahan Jayawaras, Kecamatan Tarogong Kidul.
Baca Juga:Dana BOS Tak Cukup, Madrasah Negeri di Garut Andalkan Partisipasi Orang TuaTanggul Tak Memadai, Cimacan Jadi Langganan Banjir
Ia menerima bantuan sebesar Rp6 juta dari Perumda Air Minum Tirta Intan Garut sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi tempat tinggalnya yang tidak layak huni.
Selain bantuan Rutilahu, perhatian juga datang dari Dinas Sosial (Dinsos) Garut yang menyalurkan bantuan sembako, serta Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Garut yang turut memberikan bantuan serupa guna meringankan beban ekonomi.
Anggota DPRD Garut, Yudha Puja Turnawan, menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari implementasi peraturan daerah nomor 11 tahun 2023 tentang penyelenggaraan kesejahteraan sosial.
Menurutnya, Novi Megawati masuk dalam kategori wanita rawan sosial ekonomi dan termasuk Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS).
“Berbicara pemerlu kesejahteraan sosial pendanaanya bisa dari APBD, sumbangan masyarakat, CSR bantuan perusahaan dan bisa juga dari sumber lainya. Dan ini bentuk kolaborasi pendanaan yang kita harapkan untuk mengatasi kemiskinan ekstrem,” ujar Yudha.
Ia mengungkapkan,bahwa Novi juga termasuk dalam kategori desil 1 atau masyarakat miskin ekstrem. Ironisnya, Novi belum menerima bantuan sosial apapun, seperti PKH maupun BPNT.
Yudha berharap kedepannya Dinsos Garut dapat memberikan bantuan tambahan sebesar Rp2 juta per kepala keluarga sesuai janji politik kepala daerah.
Baca Juga:Harga Plastik Melonjak Diduga Akibat Konflik Timur Tengah, Pedagang di Garut LesuPemkab Garut Genjot KDMP Untuk Dongkrak Ekonomi Desa, 135 Sudah Berjalan
“Saya mengucapkan terima kasih kepada berbagai stakeholder yang hari ini ikut berkontribusi dalam pengentasan kemiskinan di Garut,” katanya.
Sementara itu, Dirut PDAM Garut, Dadan, mengungkapkan bahwa bantuan ini berawal dari usulan anggota DPRD yang melihat langsung kondisi warga yang membutuhkan.
“Saya ketemu dengan pak Yudha di gedung DPRD Garut, pak Yudha mengusulkan ada yang perlu dibantu Rutilahu untuk ibu Novi yang masuk kategori rawan sosial ekonomi. Kami berkenan untuk bisa membantu ibu yang memang membutuhkan bantuan kita,” ungkap Dadan.
