GARUT — Harga plastik di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Garut mengalami kenaikan signifikan sejak akhir bulan Ramadan hingga saat ini.
Kenaikan tersebut bahkan disebut-sebut hampir mencapai 100 persen, sehingga berdampak langsung terhadap pedagang maupun konsumen.
Kondisi ini terpantau di Pasar Andir, Kecamatan Bayongbong, di mana para pedagang plastik mengeluhkan lonjakan harga yang cukup drastis dalam waktu relatif singkat.
Baca Juga:Pemkab Garut Genjot KDMP Untuk Dongkrak Ekonomi Desa, 135 Sudah BerjalanWFH ASN di Garut Dinilai Kurang Efektif untuk Pelayanan Langsung, Begini Tanggapan Ketua Komisi I DPRD
Kenaikan ini membuat aktivitas jual beli menjadi lesu karena daya beli masyarakat menurun.
Tina Mardiah, salah seorang pedagang plastik di Pasar Andir, mengungkapkan bahwa informasi yang ia terima dari agen menyebutkan kenaikan harga diduga dipicu oleh konflik internasional.
Tina mendapatkan informasi bahwa kenaikan ini diduga akibat perang Iran, Israel, dan Amerika, sehingga berdampak pada distribusi bahan plastik. “Katanya sih akibat perang di Iran,” ujar Tina.
Menurutnya, konflik di Iran ini mengganggu jalur distribusi bahan baku plastik, sehingga pasokan menjadi terbatas dan harga pun melonjak. Kondisi ini kemudian berdampak langsung pada harga jual di Indonesia.
Akibat kenaikan harga tersebut, Tina mengaku banyak pelanggan yang mengeluh. Tidak hanya itu, omzet penjualannya juga mengalami penurunan karena masyarakat cenderung mengurangi pembelian.
Akibat kenaikan harga plastik ini, banyak pembeli yang mengeluh. Hal ini juga secara langsung berpengaruh pada omset pedagang plastik.
Para pedagang berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah konkret untuk menstabilkan harga, sehingga aktivitas perdagangan dapat kembali normal dan daya beli masyarakat bisa pulih.
Baca Juga:Triwulan Pertama 2026, Angka Kecelakaan di Garut MenurunRencana Kampung Haji Indonesia di Makkah Mulai Dibangun Tahun Ini
Tina berharap ada intervensi dari pemerintah agar harga plastik bisa kembali normal.(Feri)
