GARUT – Kabupaten Garut beberapa waktu lalu diguyur hujan dengan intensitas tinggi, hingga mengakibatkan berbagai bencana terjadi, salah satunya bencana banjir di Cimacan atau Kampung Sudika Indah, Desa Haurpanggung, Kecamatan Tarogong Kidul.
Sekretaris Daerah Kabupaten Garut, Nurdin Yana, mengatakan bahwa posisi air Sungai Cimanuk lebih tinggi dari daratan, sehingga upaya yang dilakukan ialah memberi floating pond melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Garut.
“Floating pond itu adalah pompa air yang bisa dipakai ketika banjir langsung bisa dipakai kembali ke situ. Tetapi karena posisi akses air dapur ke sungai itu rendah ketika debitnya tinggi, jelas bukan masuk ke sini, malah balik lagi ke sini, bahkan dari sungai juga masuk ke sini,” ujarnya belum lama ini.
Baca Juga:Harga Plastik Melonjak Diduga Akibat Konflik Timur Tengah, Pedagang di Garut LesuPemkab Garut Genjot KDMP Untuk Dongkrak Ekonomi Desa, 135 Sudah Berjalan
Ia menyebutkan, bahwa di RW 13 Kampung Sudika Indah ternyata tanggulnya lebih rendah daripada daratan.
“Dan kemarin BBWS, karena itu kan hak BBWS ternyata kan di RW13 itu mestinya itu ditinggikan tanggulnya, ini karena rendah sehingga itu mudah masuk, meluap ke daratan,” sebutnya.
Sedangkan, kata dia, Pemkab Garut telah meminta kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk segera membangun atau meninggikan tanggul di RW 13 seperti di Teras Cimanuk.
“Nah kita minta juga kemarin BBWS, kita berkirim surat, agar BBWS segera membangun tanggul yang dimaksud bagaimana ketika di Teras Cimanuk. Teras Simanuk kan lebih tinggi daripada di bawah, sehingga alhamdulillah itu tidak bisa meloncat ke darat,” ucapnya.
Nurdin menjelaskan, terkait merubah status menjadi tanggap darurat Pemkab Garut belum bisa menetapkan, harus menunggu hasil dari Assessment BPBD dan dinas terkait.
“Kita akan coba rapatkan, kita rapatkan melihat sejauh mana sebetulnya konstelasi yang terjadi di beberarpa daerah. Apa dengan melihat sekarang, kan teman-teman BPBD sedang assessment, mudah-mudahan apa hasil assessment BPBD kita akan rapatkan lagi. Mudah-mudahan nanti kita dapat apakah nanti dengan persebaran katakanlah kejadian hari ini bisa kita lakukan tanggap darurat untuk mencoba menganulir kerusakan yang ada di masing-masing wilayah,” jelasnya.
