Nilai Appraisal Tak Sesuai, Pemkab Garut Kesulitan Siapkan Lahan Pembangunan Sekolah Rakyat Tahun 2026

Sekolah Rakyat
Bangunan Sekolah Rakyat
0 Komentar

GARUT – Sekolah Rakyat Rintisan di Balai Latihan Kerja (BLK) Samarang, Kabupaten Garut, telah beroperasi dan mulai melaksanakan kegiatan belajar sejak September 2025.

Program pendidikan gratis berasrama ini digagas Kementerian Sosial bagi anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

Namun, Pemerintah Kabupaten Garut hingga saat ini masih kekurangan lahan dan merasa kesulitan untuk mencari lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat di tahun 2026.

Baca Juga:Pemkab Garut Prioritaskan Perbaikan Jalan Jalur Selatan, Ajukan Rp79 Miliar ke Pemerintah PusatTiga Ruang Kelas SMKN 11 Garut Ambruk, Akibat Diterjang Hujan Deras

Sekretaris Daerah kabupaten Garut, Nurdin Yana, mengatakan bahwa Pemkab diminta oleh pemerintah pusat untuk menyiapkan lahan agar bisa segera dilakukan pembangunan SR di tahun 2026.

Namun, terkendala oleh nilai appraisal yang tidak sesuai, sehingga pembangunan SR di Garut tahun 2026 terkendala.

“Nah lahan kita sebetulnya kemarin sudah kita lakukan, tapi kemudian dalam proses, itu kan kalau harga itu sesuaikan penetapan appraisal. Nah, ternyata nilai yang disampaikan appraisal itu kan tidak sesuai atau tidak sama dengan nilainya,” ujarnya.

Nurdin menyampaikan, bahwa pihaknya mencoba berkomunikasi dengan pemerintah pusat apakah bisa menaikan appraisalnya, karena tidak terpaut terlalu jauh. Artinya, appraisalnya di angka Rp1,9 miliar.

“Artinya appraisal menilai untuk di posisi yang di belakang ini 1,9, mereka ada di 2,2 m. Setelah dikomunikasi dengan mereka juga ternyata tidak bisa dinaikan. Karena sudah dihitung, saya nggak tahu persis apakah posisi itu sudah menjadi mutlak atau seperti apa,” katanya.

Nurdin menjelaskan, ada sekitar 7 orang yang memiliki lahan berpotensi untuk dibangun Sekolah Rakyat, namun ada satu wilayah yang tidak mau menjual lahannya.

“Apalagi kan begini, itu ada 7 orang yang mendekati lah, tapi kemudian kalau lihat persebaran lokasi, ternyata ada satu wilayah yang sama sekali tidak mau menjual, Itu mereka mintanya 5 juta, sementara harga di sana kan juga 1,9 aja appraisal nya, naikin ke angka 2 aja mereka ga berani,” jelasnya.

Baca Juga:Mengapa Garut Disebut Swiss van Java? Rahasia Alam Alpen di Jantung Jawa Barat10 Ide Jualan Dari Telur Seribuan, Jajanan Murah Dengan Peluang Untung Menjanjikan

Ia menyebutkan, ada beberapa lokasi di Garut yang rencananya akan dibangun sekolah rakyat, namun ada yang mutlak tidak mau menjual, sehingga menjadi terhambat dan dengan harga yang tidak rasional.

“Sehingga agak berat bagi kita untuk melakukan ini, dengan konotasi mereka harga yang tidak rasional ya. Nah solusinya artinya gini. Pertama insyallah kami akan komunikasi dengan pusat, terkait bagaimana menyikapi kondisi ini,” sebutnya.

0 Komentar