GARUT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Garut terus mengupayakan peningkatan dan perbaikan infrastruktur jalan sebagai bagian dari percepatan pembangunan wilayah, khususnya di kawasan jalur Garut selatan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Garut, Agus Ismail, mengatakan, bahwa pihaknya telah melakukan survei dan monitoring dalam rangka peningkatan dan perbaikan insfrastruktur jalan khususnya yang menjadi prioritas yaitu jalur Pamegatan – Singajaya.
“Itu panjangnya kurang lebih 23 kilometer dari mulai lawang angin sampai ke Singajaya, itu yang sedang kita ajukan melalui program Insfrastruktur Jalan Daerah (IJD) dengan kementerian PU,” ujar Agus Ismail, Senin 2 Januari 2026.
Baca Juga:Tiga Ruang Kelas SMKN 11 Garut Ambruk, Akibat Diterjang Hujan DerasMengapa Garut Disebut Swiss van Java? Rahasia Alam Alpen di Jantung Jawa Barat
Agis sapaan akrabnya menjelaskan, pada awalnya Pemkab Garut mengajukan bantuan anggaran sebesar Rp94 miliar dengan rencana lebar badan jalan mencapai lima meter.
Namun, setelah dilakukan pembahasan ternyata lebar badan jalan hanya mencapai 4 meter.
“Pertama kita mengajukan di Rp 94 miliar, kemudian setelah dilakukan pembahasan ternyata lebar yang diharapkan bisa mencapai 5 meter itu tidak terpenuhi, kita hanya menetapkan di 4 meter untuk badan jalan sehingga kita ajukan itu di Rp 79 miliar,” jelasnya.
Menurut Agis, ruas jalan Pamegatan – Singajaya merupakan bagian dari jalur prioritas pengembangan wilayah selatan Jawa Barat.
Selain menunjang akses perekonomian, jalur ini juga menghubungkan wilayah pertumbuhan dan produksi pertanian seperti Banjarwangi, Singajaya, Pendeuy hingga Cibalong.
“Jadi sesuai dengan inpres nomor 2 tahun 2025 dan inpres 11 2025 itu kita fokus kepada konteks swasembada pangan,” ucapnya.
Selain ruas Pamegatan–Singajaya, menurutnya, Pemkab Garut juga mengajukan beberapa ruas jalan lain sebagai penunjang, di antaranya Talegong– Selaawi termasuk jembatan Talegong senilai Rp24 miliar, Pamalayan–Cikarang–Cimahi Rp35 miliar, serta Puncak Hamerang–Coblosan–Karangsewu–Samudera Jaya sekitar Rp30 miliar.
Baca Juga:10 Ide Jualan Dari Telur Seribuan, Jajanan Murah Dengan Peluang Untung MenjanjikanSebuah Motor Hangus Terbakar di Jalan Raya Malangbong–Tasik, Satu Orang Selamat
Sementara, untuk wilayah utara, Pemkab Garut juga mengusulkan peningkatan jalan Wanaraja–Talaga Bodas dengan nilai sekitar Rp24 miliar.
“Kita berharap ini bisa terealisasi di tahun 2026, ini sedang kita proses dengan pemerintah pusat karena memang kalau pendanaan kita itu sangat terbatas,” katanya.
