GARUT – Cuaca ekstrem yang saat ini seringkali terjadi yaitu curah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Kabupaten Garut.
Kondisi tersebut mengakibatkan tiga atap ruang kelas di SMK Negeri 11 Garut, Kecamatan Cisewu ambruk dengan kerusakan parah pada Kamis, 29 Januari 2026.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Aah Anwar Saefulloh, mengatakan bahwa hasil dari laporan Kecamatan Cisewu, BPBD bergegas melakukan assessment ke lokasi.
Baca Juga:Mengapa Garut Disebut Swiss van Java? Rahasia Alam Alpen di Jantung Jawa Barat10 Ide Jualan Dari Telur Seribuan, Jajanan Murah Dengan Peluang Untung Menjanjikan
Ia mengungkapkan, bahwa hasil dari assessment di lokasi menyatakan ambruknya atap SMKN 11 Garut dipicu karena hujan deras dengan intensitas tinggi, serta kondisi fisik bangunan yang sudah dimakan usia.
“Berdasarkan hasil asesmen sementara, kejadian ambruknya atap ruang kelas diduga dipicu oleh intensitas curah hujan yang tinggi disertai kondisi fisik bangunan yang telah mengalami penurunan kualitas akibat usia bangunan,” ungkapnya.
Aah menyampaikan, bahwa bangunan SMKN 11 Garut ini belum pernah direnovasi maupun direhabilitasi dari sejak dibangun pada tahun 2011.
“Diperoleh informasi bahwa bangunan SMKN 11 Garut dibangun pada tahun 2011 dan hingga saat ini belum pernah dilakukan renovasi atau rehabilitasi bangunan,” katanya.
Dampak dari kejadian itu, kata dia, tiga ruang kelas tersebut tidak dapat digunakan untuk sementara waktu, dan beberapa ruangan kelas lain pun terpantau kondisi rawan dan potensi ambruk.
“Selain itu, berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, beberapa bangunan kelas lainnya terpantau dalam kondisi rawan dan berpotensi ambruk, sehingga memerlukan perhatian dan penanganan lebih lanjut,” katanya.
Sehingga, proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di SMKN 11 Garut untuk sementara waktu terhambat, dan jumlah siswa yang terdampak mencapai sekitar 110 siswa, serta tidak ada korban jiwa maupun korban luka.
Baca Juga:Sebuah Motor Hangus Terbakar di Jalan Raya Malangbong–Tasik, Satu Orang SelamatKandang Ayam Milik Warga Samarang Garut Hangus Dilalap Api, Kerugian Capai Rp80 Juta
“Jumlah siswa yang terdampak akibat kejadian ini diperkirakan sebanyak 110 (seratus sepuluh) siswa, tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut,” ungkapnya.
Aah menambahkan, untuk situasi terkini area bangunan yang terdampak dilakukan pemasangan Police Line, dan dilakukan piket agar mengantisipasi potensi bahaya lanjutan.
“Rencana pembongkaran sisa material bangunan yang membahayakan akan dilaksanakan pada Sabtu 31 Januari 2026,” tutupnya. (Rizka)
