Penanganan Kekeringan dan Kebakaran Habiskan 2,5 Miliar, Anggaran Darurat Dibagi ke Lima Instansi

istimewa
Penanganan Kekeringan dan Kebakaran Habiskan 2,5 Miliar, Anggaran Darurat Dibagi ke Lima Instansi
0 Komentar

Aah mengatakan, setelah seluruh tahapan tanggap darurat yang masih berlangsung selesai, pemerintah daerah akan memfokuskan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana pada musim hujan.

“Setelah tanggap darurat selesai, baru kita kesiapsiagaan hidrometeorologi basah,” katanya.

Menurutnya, kesiapsiagaan menjadi penting mengingat sejumlah wilayah Kabupaten Garut memiliki kerawanan terhadap banjir dan tanah longsor, terutama ketika intensitas hujan meningkat.

Peralihan penanganan dari bencana kekeringan menuju ancaman hidrometeorologi basah juga menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah dalam memastikan kesiapan personel, peralatan, serta koordinasi antarinstansi.

Baca Juga:Dinas Sosial Garut Perketat Validasi DataAngkut Ratusan Ribu Batang Rokok Ilegal, Warga Cigedug Ditahan Kejari Garut

Dengan penggunaan anggaran tanggap darurat yang telah mencapai Rp2,5 miliar selama musim kemarau, pemerintah daerah dihadapkan pada kebutuhan untuk tetap menjaga kesiapan menghadapi kemungkinan bencana berikutnya.

BPBD Garut berharap penanganan pascakebakaran Pasar Andir dapat segera diselesaikan sesuai jadwal, sehingga perhatian pemerintah daerah dapat semakin difokuskan pada langkah antisipasi bencana selama musim penghujan.

Upaya tersebut diharapkan mampu meminimalkan risiko kerusakan, kerugian material, serta gangguan terhadap aktivitas masyarakat apabila bencana kembali terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Garut. (rza)

0 Komentar