“Yang lain juga sama, mau kerja juga belum ada restu dari orang tua,” ungkapnya.
Dalam wawancara tersebut, penyintas juga menyinggung sejumlah rekannya yang belum ditemukan. Salah satu nama yang disebut adalah Hadi Setiawan, berusia 21 tahun.
Sementara itu, Kapolres Garut memastikan bahwa dukungan terhadap keluarga korban akan terus dilakukan, termasuk berkaitan dengan perkembangan pencarian dan penanganan korban yang belum ditemukan.
Baca Juga:Ada Badut Bawa Helm hingga Bagi Vitamin, Cara Unik Polisi di Garut Ajak Warga Tertib Lalu LintasLongsor Tutup Jalan Penghubung Peundeuy-Cibalong Garut, Polisi dan Warga Gotong Royong Buka Akses
Menurut Niko, meskipun proses pencarian dan penetapan status korban merupakan kewenangan lembaga terkait, kepolisian tetap akan memberikan dukungan sesuai kewenangannya.
“Ya, kita akan support terus. Kita sudah tahu ada beberapa lembaga yang memang menaungi hal ini. Terkait dengan masalah pencarian, kesulitan dan mungkin apa, tentunya kita akan support,” katanya.
Niko juga mengaku terharu melihat semangat para penyintas untuk bangkit dari musibah tersebut. Bahkan, salah seorang di antaranya memiliki keinginan untuk menjadi anggota kepolisian.
Niko berharap kesempatan bekerja yang diberikan Polres Garut dapat menjadi awal bagi para penyintas dan keluarga korban untuk kembali membangun kehidupan setelah tragedi KM Virgo Transport 8.
Bagi Niko, kepedulian terhadap korban tidak boleh berhenti pada saat musibah terjadi, tetapi juga harus diwujudkan melalui pendampingan agar mereka dapat kembali mandiri secara ekonomi dan memiliki semangat menjalani masa depan. (*)
