Trauma Melaut, Korban KM Virgo Diberi Pekerjaan oleh Kapolres Garut, Ada yang Jadi Sopir hingga Pegawai Kafe

Radar Garut
Trauma Melaut, Korban KM Virgo Diberi Pekerjaan oleh Kapolres Garut, Ada yang Jadi Sopir hingga Pegawai Kafe
0 Komentar

Salah satunya dengan membantu menyediakan warung di rumah keluarga korban, sehingga anak yang masih bersekolah tetap memiliki kesempatan memperoleh penghasilan tambahan tanpa harus meninggalkan pendidikannya.

“Nanti hari Senin Pak Kapolsek langsung action supaya rumahnya sudah jadi warung, sehingga dia bisa jualan. Jadi dia pulang sekolah bisa jualan. Paling tidak bisa terus memberikan semangat,” ungkap Niko.

Kapolres menyebutkan, terdapat tujuh orang yang hadir dalam pertemuan tersebut, sementara satu orang lainnya tidak dapat datang karena masih bersekolah.

Baca Juga:Ada Badut Bawa Helm hingga Bagi Vitamin, Cara Unik Polisi di Garut Ajak Warga Tertib Lalu LintasLongsor Tutup Jalan Penghubung Peundeuy-Cibalong Garut, Polisi dan Warga Gotong Royong Buka Akses

Menurutnya, kehadiran para penyintas dalam pertemuan tersebut bukan menjadi persyaratan untuk mendapatkan bantuan. Keluarga korban juga dapat berkomunikasi melalui pemerintah desa maupun Kapolsek setempat.

“Kan sebenarnya tidak perlu harus hadir ke Polres. Cukup datang ke Pak Kades, cukup datang ke Pak Kapolsek, kami akan coba ikut bantu,” katanya.

Niko menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin para korban merasa sendirian setelah kehilangan pekerjaan maupun anggota keluarga dalam tragedi tersebut.

“Kuncinya adalah kami harus tetap menjaga supaya daya juang dan semangatnya tetap ada, supaya tidak ada putus asa. Mereka sudah menjadi keluarga besar Polres Garut. Jadi tidak boleh kecil hati bahwa Polres Garut ada di mereka,” tegasnya.

Penyintas KM Virgo Akui Masih Trauma Kembali ke Laut

Sementara itu, salah seorang korban selamat KM Virgo Transport 8 mengaku belum memiliki keberanian untuk kembali bekerja di laut setelah mengalami kecelakaan kapal tersebut.

Ia bahkan memutuskan mencoba profesi lain dengan mendaftarkan diri menjadi anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI).

“Masih trauma sih, trauma. Belum ada izin dari orang tua juga,” ujarnya saat ditanya alasan tidak ingin kembali bekerja di laut.

Baca Juga:Sejumlah Wisatawan Mengeluh Muntah dan Diare Usai Liburan di Garut, Dinkes Selidiki Dugaan PenyebabnyaDikeluhkan Warga karena Kumuh dan Terkesan Tak Terurus, Polisi Turun Tangan Bersihkan SMPN 1 Pasirwangi Garut

Penyintas tersebut mengaku sudah lebih dari dua tahun bekerja sebagai pelaut. Namun, saat kecelakaan terjadi, dirinya baru sekitar dua bulan bergabung dengan KM Virgo Transport 8.

“Kalau saya kerja sudah dua tahun lebih, sebelumnya di kapal lain, terus pindah ke kapal Virgo baru jalan dua bulan,” katanya.

Menurutnya, kondisi serupa juga dialami sejumlah rekan sesama korban selamat. Mereka masih memiliki keinginan untuk bekerja, tetapi belum memperoleh restu orang tua apabila harus kembali melaut.

0 Komentar