Trauma Melaut, Korban KM Virgo Diberi Pekerjaan oleh Kapolres Garut, Ada yang Jadi Sopir hingga Pegawai Kafe

Radar Garut
Trauma Melaut, Korban KM Virgo Diberi Pekerjaan oleh Kapolres Garut, Ada yang Jadi Sopir hingga Pegawai Kafe
0 Komentar

GARUT – Kapolres Garut AKBP Niko N Adi Putra memberikan kesempatan bekerja kepada para korban selamat tragedi tenggelamnya KM Virgo Transport 8 yang berasal dari Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut. Langkah tersebut dilakukan untuk membantu para penyintas bangkit dari keterpurukan sekaligus memberikan kepastian penghasilan setelah mengalami musibah yang menyisakan trauma mendalam.

Sejumlah korban selamat yang sebelumnya bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) mengaku belum berani kembali melaut. Selain mengalami trauma akibat kecelakaan kapal, sebagian dari mereka juga belum mendapatkan izin dari keluarga untuk kembali menjalani profesi tersebut.

Menanggapi kondisi tersebut, Kapolres Garut AKBP Niko N Adi Putra berinisiatif membuka kesempatan kerja di lingkungan Polres Garut dengan berbagai bidang pekerjaan, mulai dari pengemudi, pengelola kafe, hingga bidang multimedia.

Baca Juga:Ada Badut Bawa Helm hingga Bagi Vitamin, Cara Unik Polisi di Garut Ajak Warga Tertib Lalu LintasLongsor Tutup Jalan Penghubung Peundeuy-Cibalong Garut, Polisi dan Warga Gotong Royong Buka Akses

“Kami akan memberikan pekerjaan kepada mereka yang ada di ruang lingkup Polres Garut sendiri. Ada yang jaga kafe, ada juga yang dari multimedia dan sebagainya. Hari Senin sudah mulai bekerja,” ujar Niko saat menerima para penyintas dan keluarga korban KM Virgo di Polres Garut.

Niko menjelaskan, langkah tersebut merupakan bentuk kepedulian kepolisian terhadap masyarakat yang sedang menghadapi musibah. Menurutnya, bantuan yang diberikan tidak cukup hanya berupa materi, tetapi juga harus mampu membangkitkan kembali semangat hidup para korban.

“Tentunya yang tidak boleh adalah selain kita memberikan bantuan kepada para keluarga yang terkena dampak, kita tetap harus menumbuhkan semangat dan daya juang hidup bagi keluarganya,” katanya.

Ia menegaskan bahwa Polres Garut ingin memastikan para korban selamat tetap memiliki harapan untuk melanjutkan kehidupan, termasuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Bagi penyintas yang memiliki keterampilan mengemudi, pihaknya menyiapkan kesempatan menjadi sopir setelah melalui pemeriksaan kemampuan. Sementara korban lainnya akan ditempatkan pada bidang pekerjaan yang tersedia.

“Yang sudah bisa nyetir, kita tinggal cek. Dia tes uji, kalau lolos dia bisa untuk jadi driver di tempat kami,” jelasnya.

Tidak hanya menyediakan pekerjaan bagi korban selamat, Polres Garut juga berencana membantu keluarga korban yang masih memiliki anak usia sekolah melalui pemberian fasilitas usaha.

0 Komentar