GARUT – Keluhan gangguan kesehatan yang dialami sejumlah wisatawan setelah berlibur ke Kabupaten Garut menjadi perbincangan di media sosial. Beberapa wisatawan mengaku mengalami muntah dan diare hingga harus mendapatkan penanganan medis di rumah sakit.
Menanggapi informasi tersebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut mulai melakukan penelusuran untuk mengetahui penyebab gangguan kesehatan yang dilaporkan para wisatawan.
Kepala Dinkes Kabupaten Garut, Leli Yuliani, mengatakan investigasi sedang difokuskan pada wisatawan yang mengalami gejala setelah mengikuti perjalanan wisata ke Garut.
Baca Juga:Dikeluhkan Warga karena Kumuh dan Terkesan Tak Terurus, Polisi Turun Tangan Bersihkan SMPN 1 Pasirwangi GarutAda Badut Bawa Helm SNI hingga Bagi Vitamin, Cara Unik Polisi di Garut Ajak Warga Tertib Lalu Lintas
“Muhun (iya), ini masih proses investigasi, terutama terhadap rombongan wisata yang mengeluhkan gejala muntah dan diare karena yang bersangkutan di luar kota,” ujar Leli, Jumat (30/10/2026).
Persoalan tersebut mencuat setelah sejumlah pengguna media sosial Threads membagikan pengalaman mengalami gangguan pencernaan seusai mengunjungi Garut.
Salah satunya akun hi_ristian yang mengaku membawa rombongan wisatawan ke Garut pada 24 Oktober 2026. Setelah perjalanan berakhir, sejumlah peserta dilaporkan mengalami diare dalam waktu yang berbeda-beda.
Bahkan, menurut keterangan yang dibagikan akun tersebut, terdapat peserta yang harus menjalani pemeriksaan di instalasi gawat darurat (IGD) hingga mendapatkan perawatan inap.
“Sementara dugaan data analisisnya dari lunch hotel bintang 4 yang mentereng di sana dengan view sawah dan gunungnya. Tapi pas cek thread banyak yang mengalami hal serupa sepulang dari Garut, apa iya efek pancaroba?” tulis akun tersebut.
Unggahan lainnya datang dari akun nadhirafa_ yang mengaku mengalami muntah dan diare bersama anggota keluarganya setelah berkunjung ke Garut.
“Dan ternyata banyak banget teman-teman aku abis dari sana (Garut) muntah-muntah dan diare persis kaya aku, suami, dan anak aku,” tulisnya.
Baca Juga:Polisi Ungkap Lima Pelanggaran Prioritas Target Operasi Patuh Lodaya 2026Operasi Patuh Lodaya 2026, Polres Garut Kerahkan 110 Personel
Meski muncul dugaan keracunan makanan dalam sejumlah unggahan, belum terdapat hasil pemeriksaan yang memastikan penyebab maupun sumber gangguan kesehatan tersebut.
Dinkes Belum Temukan Peningkatan Kasus Mengarah KLB
Leli menjelaskan, berdasarkan pemantauan Dinkes terhadap laporan fasilitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Garut, sejauh ini belum ditemukan lonjakan kasus muntah dan diare yang mengindikasikan Kejadian Luar Biasa (KLB).
“Untuk di Kabupaten Garut sendiri, berdasarkan pemantauan dan laporan yang kami terima, angka kesakitan muntah diare di fasilitas kesehatan tidak ada kenaikan yang menunjukkan KLB,” katanya.
