RADARGARUT– Gelombang kebakaran lahan melanda wilayah Kabupaten Garut sepanjang Selasa 22 September 2026. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Garut mencatat sedikitnya ada delapan insiden kebakaran lahan yang terjadi dari pagi hingga malam hari.
Berdasarkan hasil investigasi dan kesaksian warga di lapangan, mayoritas pemicu amukan si jago merah berasal dari aktivitas pembakaran sampah serta pembersihan lahan yang tidak terkendali di tengah cuaca kering.
Maraknya insiden ini memicu kekhawatiran karena tak hanya merusak vegetasi dan kebun, namun juga mengancam pemukiman warga, fasilitas publik, hingga memakan korban jiwa terluka.
Baca Juga:Pemerintah Tetapkan 18 Hari Libur Nasional dan 8 Hari Cuti Bersama Tahun 2027Indonesia Alami Lonjakan Kasus ISPA, Lebih Dari 150 Ribu Kasus Tercatat
Rentetan Musibah dari Pagi Hingga Malam Hari
Berdasarkan rekapitulasi data Disdamkarmat Garut, rentetan kebakaran dimulai sejak pagi hari di wilayah Garut Selatan:
Kecamatan Cikelet (08.28 WIB): Kebakaran lahan gambut meletus akibat sisa pembakaran yang ditinggalkan. Insiden ini mengakibatkan satu orang warga mengalami luka-luka.
Kecamatan Banyuresmi (10.39 WIB): Lahan bambu seluas kurang lebih 2 hektar di Desa Pamekarsari hangus dilalap api.
Kecamatan Cibalong (13.28 WIB): Kebakaran menimpa kebun karet di Desa Sagara. Tiupan angin kencang membuat kobaran api meluas dengan cepat.
Kecamatan Kadungora (14.50 WIB): Pohon bambu di pinggir jalan raya Desa Gandamekar terbakar, sempat mengganggu penglihatan dan aktivitas lalu lintas.
Kecamatan Cisurupan (16.54 WIB): Kebakaran lahan bambu di Desa Cisero mengancam pemukiman warga setempat karena jaraknya yang sangat berdekatan.
Kecamatan Kersamanah (17.38 WIB): Kebun bambu di Desa Sukamerang terbakar akibat perambatan sisa pembakaran sampah.
Baca Juga:Kebakaran Hebat Hanguskan Pabrik Plastik di Cibatu Garut, Kerugian Tembus Rp 2 MiliarNilai Tukar Rupiah Masih Hampir Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Ini Sebabnya
Kecamatan Banyuresmi (19.15 WIB): Kebakaran lahan gambut kembali terjadi di Desa Sukaraja. Kobaran api sempat mengancam gudang logistik vital sebelum akhirnya berhasil dipadamkan oleh tim gabungan Damkar, TNI, dan Polri.
Kecamatan Karangpawitan (21.06 WIB): Rangkaian insiden ditutup dengan kebakaran lahan bambu di area belakang SDN 1 Tanjungsari.
Pemkab Garut Keluarkan Imbauan Darurat
Menanggapi lonjakan insiden tersebut, Pemerintah Kabupaten Garut bersama Disdamkarmat mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan guna mencegah terjadinya kebakaran susulan. Beberapa poin penting yang ditekankan antara lain:
- Dilarang keras membakar sampah, rumput, atau membersihkan lahan dengan cara dibakar, terutama saat cuaca kering dan berangin.
- Memastikan api telah padam sepenuhnya jika melakukan aktivitas yang memicu panas di area terbuka.
- Tidak membuang puntung rokok sembarangan, khususnya di area vegetasi atau semak kering.
