Nilai Tukar Rupiah Masih Hampir Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Ini Sebabnya

ilustrasi uang rupiah (pixabay)
ilustrasi uang rupiah (pixabay)
0 Komentar

RADARGARUT– Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali tergerus pada perdagangan awal pekan, Senin 21 September 2026. Pelemahan ini memperpanjang tren negatif mata uang Garuda yang sudah berlangsung selama delapan hari perdagangan berturut-turut, sekaligus membawanya ke posisi terlemah dalam kurun waktu satu bulan terakhir.

Berdasarkan data pasar spot pada penutupan perdagangan hari Senin, rupiah terdepresiasi tajam sebesar 89 poin atau melemah 0,50% ke level Rp17.847 per dolar AS. Posisi ini tercatat sebagai level terendah bagi nilai tukar rupiah sejak 19 Agustus lalu.

Kondisi senada juga tecermin pada kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) yang dirilis oleh Bank Indonesia. Kurs Jisdor tergerus Rp68 atau 0,38% berada di level Rp17.813 per dolar AS, bergeser ke posisi paling lemah sejak pertengahan Agustus 2026.

Baca Juga:Harga Emas Antam Merosot Rp10.000 per Gram Hari Ini: Cek Rincian Lengkapnya Sebagai Berikut!Muhammadiyah Resmi Tetapkan Awal Ramadan 1448 H Jatuh Pada 8 Februari 2027, Idulfitri 9 Maret

Kontras dengan Mata Uang Kawasan Asia

Pelemahan rupiah kali ini terbilang cukup mencolok. Saat sebagian besar mata uang di kawasan Asia memanfaatkan momentum penurunan harga minyak dunia untuk menguat, rupiah justru gagal berbalik arah.

Mata uang domestik harus menyerah bersama beberapa mata uang kawasan lainnya, seperti yen Jepang yang terkoreksi 0,27%, peso Filipina yang turun 0,06%, dan dolar Hong Kong yang terkikis tipis 0,005%.

Sebaliknya, mayoritas mata uang di kawasan regional justru mampu menguat terhadap dolar AS. Won Korea Selatan memimpin laju penguatan di Asia dengan kenaikan signifikan mencapai 1,16%.

Penguatan tersebut diikuti oleh dolar Taiwan (0,23%), baht Thailand (0,11%), ringgit Malaysia (0,10%), rupee India (0,05%), dolar Singapura (0,04%), serta yuan China (0,01%).

Di sisi lain, keperkasaan dolar AS secara global tecermin dari indeks dolar (DXY), yang mengukur kinerja mata uang greenback terhadap enam mata uang utama dunia. Indeks dolar naik 0,10% ke posisi 100,31, melanjutkan konsistensinya bertahan di atas level psikologis 100 dalam sepekan terakhir.

Respons dan Intervensi Bank Indonesia

Tekanan beruntun pada kurs rupiah ini terjadi tepat menjelang Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang dijadwalkan berlangsung pada 22–23 September 2026. Keputusan terkait suku bunga acuan (BI-Rate) dan arah kebijakan moneter bank sentral kini menjadi perhatian utama para pelaku pasar dan investor domestik maupun global.

0 Komentar