GARUT – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Garut memperkuat upaya deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan penyalahgunaan narkotika melalui razia gabungan kamar hunian serta tes urine terhadap Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dan pegawai, Rabu (16/9/2026).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB tersebut melibatkan jajaran Rutan Garut bersama Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Garut, Koramil, serta Polsek Garut Kota.
Petugas melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah kamar hunian, yakni blok B1, B2, B3, B4, dan A7. Pelaksanaan razia dilakukan secara terukur dengan tetap mengedepankan pendekatan persuasif, ketertiban, dan keamanan.
Baca Juga:Rutan Garut Kukuhkan SATOPS PATNAL PAS 2026, Pengawasan Internal dan Integritas Petugas DiperkuatSekda Harus Jadi Motor Penggerak, Bukan Produk Kompromi Politik
Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sejumlah barang yang tidak seharusnya berada di dalam kamar hunian.
Barang-barang tersebut di antaranya kaca cermin, alat cukur, potongan sikat gigi, tali plastik, sumpit, gantungan baju berbahan besi, paku, botol parfum kaca, tali celana, pinset, binder, dan pulpen.
Seluruh barang hasil razia kemudian diamankan untuk dilakukan penanganan sesuai ketentuan yang berlaku.
Tidak hanya melakukan pemeriksaan kamar, petugas juga melaksanakan tes urine secara acak sebagai langkah pencegahan dan deteksi dini terhadap kemungkinan penyalahgunaan narkotika.
Sebanyak 33 WBP menjalani pemeriksaan dengan hasil seluruhnya negatif. Tes serupa juga dilakukan terhadap 46 pegawai Rutan Garut dan seluruh hasil pemeriksaan dinyatakan negatif.
Kepala Rutan Kelas IIB Garut, Muhammad Harun Al Rasyid, mengatakan razia dan tes urine tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga lingkungan Rutan agar tetap aman, tertib dan terbebas dari barang-barang yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan.
“Deteksi dini perlu dilakukan secara berkala dan melibatkan sinergi dengan berbagai pihak. Hasil tes urine yang seluruhnya negatif menjadi gambaran positif, namun pengawasan dan pencegahan harus tetap dilakukan secara konsisten,” ujar Harun.
Baca Juga:Kadinsos Ungkap Identitas 23 Warga Garut Jadi Korban Insiden Kapal Virgo 8Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, 23 Warga Garut Jadi Korban
Menurut Harun, hasil negatif dalam pemeriksaan urine terhadap pegawai maupun warga binaan tidak membuat jajaran Rutan Garut mengendurkan pengawasan. Ia menilai langkah pencegahan tetap harus dilakukan secara berkelanjutan karena kondisi keamanan di lingkungan pemasyarakatan membutuhkan kewaspadaan dan pengawasan yang konsisten.
Harun juga menekankan pentingnya pelaksanaan razia kamar hunian sebagai bagian dari deteksi dini terhadap keberadaan barang-barang yang dilarang atau berpotensi disalahgunakan.
