GARUT – Kasus pengeroyokan yang melibatkan pelajar kembali terjadi di Kabupaten Garut beberapa waktu lau. Kali ini, seorang pelajar perempuan MTs di Kecamatan Sukawening menjadi korban hingga peristiwa tersebut geger di media sosial.
Kasus kekerasan antar pelajar itu langsung mendapat perhatian dari Ketua DPRD Kabupaten Garut, Aris Munandar. Ia menilai persoalan kekerasan dan perundungan di kalangan pelajar bukan hal baru dan sudah cukup lama menjadi perhatian DPRD.
Menurut Aris, munculnya kembali kasus tersebut harus menjadi bahan evaluasi bersama, terutama bagi Dinas Pendidikan Kabupaten Garut. Ia meminta persoalan kekerasan maupun bullying di lingkungan pelajar tidak dibiarkan berulang.
Baca Juga:Soal Penataan PKL Pasar Baru, Bapemperda DPRD Garut Ingatkan Kepastian Hukum dan Aspek LegalitasDPRD Garut Dukung Aspirasi Buruh, Raperda Ketenagakerjaan Mulai Didorong
“Saya harapkan nanti ini ada atensi dari dinas pendidikan juga untuk dibahas dalam hal yang khusus supaya tidak terjadi lagi hal-hal yang seperti itu,” ujarnya belum lama ini.
Aris mengatakan, DPRD Garut akan mengagendakan pembahasan khusus bersama Dinas Pendidikan untuk mencari langkah yang lebih konkret dalam mencegah terjadinya kekerasan di kalangan pelajar.
Menurutnya, upaya pencegahan tidak cukup hanya dilakukan setelah kasus terjadi. Perlu ada perhatian serius agar sekolah dan pihak terkait bisa mendeteksi sekaligus mencegah potensi kekerasan sejak awal.
“Ya, tentunya ini akan menjadi atensi ya, kita akan menemukan dalam agenda rapat untuk dibahas bersama dengan dinas pendidikan,” pungkasnya. (*)
