RADARGARUT– Hujan abu vulkanik bukan sekadar debu biasa. Partikel halus yang berasal dari erupsi gunung berapi (berukuran PM10 hingga PM2,5) dapat menembus saluran pernapasan hingga paru-paru, mengiritasi mukosa, dan memicu atau memperburuk Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Di Indonesia yang memiliki banyak gunung aktif, memahami cara mencegah ISPA sekaligus menangani hujan abu menjadi penting untuk menjaga kesehatan keluarga.
Apa Hubungan Abu Vulkanik dengan ISPA?
Abu vulkanik mengandung pecahan batuan, mineral, dan silika yang tajam serta bersifat asam. Ketika terhirup, partikel ini menyebabkan iritasi hidung, tenggorokan, batuk kering atau berdahak, sesak napas, dan meningkatkan risiko bronkitis atau serangan asma.
Baca Juga:209 Penerbangan Bandara Soekarno-Hatta Dibatalkan Imbas Dari Gunung Anak Krakatau ErupsiWaspada Hujan Abu Vulkanik! 5 Langkah Ampuh Lindungi Kesehatan Anda dan Keluarga
Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, penderita asma, PPOK, atau penyakit jantung lebih mudah mengalami gejala berat. Paparan berulang juga dapat melemahkan sistem imun saluran napas, sehingga infeksi virus atau bakteri lebih mudah terjadi.
Cara Mencegah ISPA secara Umum
ISPA umumnya disebabkan virus atau bakteri dan dapat dicegah dengan langkah sederhana berbasis Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS):
- Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir minimal 20 detik, terutama setelah beraktivitas di luar atau sebelum menyentuh wajah.Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut dengan tangan kotor.
- Tutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin menggunakan siku atau tisu.
- Jaga daya tahan tubuh dengan makan makanan bergizi (kaya vitamin C, E, dan zinc), minum air putih cukup, olahraga teratur, dan tidur 7–8 jam sehari.
- Berhenti merokok dan hindari paparan asap rokok serta polusi.
- Pertimbangkan vaksinasi influenza tahunan, terutama bagi kelompok risiko tinggi.
- Jaga sirkulasi udara di rumah dan gunakan masker di tempat ramai atau saat kualitas udara buruk.
Langkah-langkah ini tetap relevan bahkan tanpa hujan abu, karena ISPA bisa terjadi kapan saja.
Penanganan Hujan Abu Vulkanik yang Benar
Saat hujan abu terjadi, fokus utama adalah mengurangi paparan:
- Tetap di dalam ruangan
- Segera masuk ke rumah atau bangunan tertutup.
- Tutup pintu, jendela, dan ventilasi. Gunakan selotip, plastik, atau handuk basah untuk menutup celah agar abu tidak masuk.
- Matikan AC atau kipas yang mengambil udara dari luar.
- Gunakan pelindung pernapasan yang tepat. Masker N95, KN95, KF94, atau setara (filtrasi di atas 95–98%) jauh lebih efektif dibanding masker kain atau bedah biasa.
- Pastikan masker terpasang rapat tanpa celah. Masker hanya menyaring partikel, bukan gas vulkanik. Jika muncul pusing, mual, atau sesak parah, segera menjauh dan ikuti arahan evakuasi.
- Lindungi mata dan kulit. Pakai kacamata pelindung (bukan lensa kontak). Kenakan baju lengan panjang, celana panjang, dan sarung tangan. Setelah keluar, segera mandi dan ganti pakaian agar abu tidak terbawa masuk rumah.
