209 Penerbangan Bandara Soekarno-Hatta Dibatalkan Imbas Dari Gunung Anak Krakatau Erupsi

(Disways)
209 jadwal penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta dibatalkan akibat erupsi Gunung Anak Krakatau (Disways)
0 Komentar

RADARGARUT– Erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi pada Minggu dini hari, 6 September 2026, kembali mengingatkan betapa rentannya infrastruktur transportasi udara Indonesia terhadap aktivitas vulkanik.

Abu vulkanik yang menyebar ke wilayah sekitar, termasuk menuju arah Jakarta, memaksa Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) di Tangerang, Banten, menghentikan sementara operasional penerbangan. Akibatnya, sebanyak 209 pergerakan pesawat yang dijadwalkan antara pukul 01.30 hingga 09.30 WIB harus dibatalkan.

Menurut Asisten Deputy Communication & Legal KC Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Yudistiawan, rincian pembatalan tersebut mencakup 160 penerbangan domestik, 39 penerbangan internasional, dan 10 penerbangan kargo.

Baca Juga:BGN Ungkap 80-90% Kasus Keracunan MBG Berasal Dari Pelanggaran SOPPengangguran Masih Tinggi, Ketersediaan Lapangan Kerja Dinilai Belum Sebanding dengan Pertumbuhan Angkatan Ker

Angka ini menunjukkan dampak yang cukup signifikan, mengingat Soetta merupakan gerbang utama lalu lintas udara nasional dan internasional. Penutupan sementara dilakukan demi menjaga keselamatan penerbangan, karena abu vulkanik dapat merusak mesin pesawat dan mengurangi jarak pandang pilot.

Manajemen bandara langsung mengambil langkah koordinasi dengan seluruh stakeholder terkait, termasuk maskapai, otoritas penerbangan, dan instansi pemerintah.

“Kami terus melakukan koordinasi untuk menangani dampak penutupan sementara, termasuk penyesuaian jadwal penerbangan dan penanganan penumpang,” ujar Yudistiawan.

Pemulihan operasional direncanakan secara bertahap dengan tetap memantau kondisi abu vulkanik dan memprioritaskan aspek keselamatan.

Sebagai bentuk tanggung jawab terhadap penumpang yang terdampak, pihak Bandara Soetta mengaktifkan Service Recovery Activation (SRA). Melalui program ini, bandara menyediakan makanan dan minuman ringan bagi penumpang yang terdampar.

Selain itu, bus disiapkan di setiap terminal untuk memudahkan mobilitas penumpang menuju hotel atau tempat menginap sementara. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi ketidaknyamanan yang dialami ribuan penumpang.

Yudistiawan juga mengimbau seluruh pengguna jasa untuk selalu mengecek status dan jadwal penerbangan melalui kanal resmi maskapai masing-masing sebelum berangkat ke bandara. Informasi yang akurat sangat penting agar penumpang tidak sia-sia datang ke terminal hanya untuk mendengar bahwa penerbangan mereka dibatalkan atau ditunda.

Baca Juga:Rahasia Kulit Glowing dan Jantung Sehat: 5 Manfaat Dahsyat Konsumsi Tomat Setiap HariTungku Kompor Tidak Padam Sempurna, Api Lahap Dapur di Pasirwangi Garut

Erupsi Anak Krakatau memang bukan peristiwa baru. Gunung yang berada di Selat Sunda ini kerap aktif dan mengeluarkan abu serta lava. Meskipun Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) sempat memastikan bahwa erupsi kali ini tidak berpotensi tsunami, sebaran abu vulkanik tetap menjadi ancaman serius bagi penerbangan. BMKG bahkan mencatat adanya klaster abu yang mengarah ke Jakarta, memperburuk situasi di Soetta.

0 Komentar