Namun, dari berbagai usulan tersebut, penanganan yang telah mendapat persetujuan pada tahap ini berada pada segmen Pamegatan–Singajaya, khususnya di wilayah Kecamatan Banjarwangi.
Ruas sepanjang 6,5 kilometer tersebut direncanakan memiliki lebar sekitar 4,5 meter dengan konstruksi setebal 30 sentimeter.
“Yang Banjarwangi, ini Kecamatan Banjarwangi. Dari Pamegatan ke Singajaya terus untuk segmen Banjarwangi dengan 6,5 kilometer, kalau tebalnya itu 30 centimeter, lebarnya 4,5 meter, dengan anggaran 41 miliar,” paparnya.
Baca Juga:Raperda PKL Garut Bakal Ubah Penertiban Jadi Penataan, Hak dan Perlindungan Pedagang DikajiDPMD Garut Lantik 2 Kades Hasil PAW, Jumardi Bidik Persoalan Air Bersih di Desa Cisewu
Agis menjelaskan, pemerintah tidak dapat menangani seluruh ruas Pamegatan hingga Peundeuy secara sekaligus karena panjang jalan yang harus diperbaiki mencapai puluhan kilometer.
Ruas Pamegatan–Singajaya memiliki panjang sekitar 23 kilometer. Sementara Singajaya–Toblong sekitar 13 kilometer dan Toblong menuju Simpang sekitar 11 kilometer.
“Nah, sehingga kita terus berupaya. Ini kan pengerjaan cukup panjang ya, Pamegatan–Singajaya ini panjangnya 23 kilometer. Singajaya–Toblong itu kurang lebih sekitar 13 kilometer. Toblong–Simpang kurang 11 kilometer. Jadi sebenarnya total panjang dari Pamegatan sampai ke Peundeuy itu sampai ke Cibalong kurang lebih 60 kilometer,” tegasnya.
Karena itu, penanganan akan dilakukan secara bertahap per segmen dengan mempertimbangkan kemampuan anggaran, kondisi kerusakan jalan serta aktivitas masyarakat selama proses konstruksi.
Agis mengatakan pengerjaan juga harus memperhatikan kelancaran lalu lintas agar pembangunan tidak justru menghambat kegiatan ekonomi masyarakat.
“Kenapa? Karena nanti kan itu dilihat juga bagaimana pelaksanaan di lapangannya. Jangan sampai kemudian menghambat terhadap aktivitas-aktivitas ekonomi misalkan,” katanya.
Menurutnya, kebutuhan anggaran untuk penanganan penuh ruas Pamegatan–Singajaya sebelumnya diperkirakan mencapai sekitar Rp80 miliar.
Baca Juga:Kemnaker Hapus Syarat Good Looking, Disnakertrans Garut: Penampilan Tak Selalu Soal WajahAnggaran Ketahanan Pangan Nasional di Garut Terpangkas Efisensi, Tahun 2026 Hanya Rp31 Miliar
Besarnya kebutuhan tersebut tidak terlepas dari panjang jalan, tingkat kerusakan serta karakteristik wilayah selatan Garut yang membutuhkan konstruksi khusus.
“Iya makanya itu kan besar, tadi kenapa misal di wilayah Selatan cukup besar-besar? Ya karena panjang-panjang, dan tingkat kerusakannya juga cukup tinggi. Dan satu hal lagi, konstruksi yang dibutuhkan itu butuh konstruksi yang khusus,” ucap Agis.
Selain menangani ruas utama, Dinas PUPR juga mulai mengkaji kemungkinan pengembangan jalur alternatif.
