RADARGARUT– Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, menetapkan delapan langkah strategis untuk mempercepat penanganan darurat pascagempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
Arahan tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi bersama jajaran kementerian/lembaga dan pemerintah daerah di Kantor Bupati Manggarai Barat, NTT, pada Minggu, 16 Agustus 2026.
Enam kabupaten menjadi fokus utama penanganan karena terdampak paling parah, yaitu Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Ende, Nagekeo, dan Sikka. Pemerintah Provinsi NTT juga diminta bergerak cepat agar dukungan pusat bisa disalurkan secara maksimal.
Baca Juga:Upah Kupas Bawang Rp700.000 per Kg? Buruh Pasar Legi Solo: “Nggak Mungkin, Itu Keliru”Libur Panjang 17 Agustus 2026, Naik Whoosh Cuma Rp8.800! Promo Spesial HUT RI ke-81 yang Wajib Kamu Buru
Langkah pertama, Suharyanto meminta pemerintah daerah di keenam kabupaten tersebut beserta Pemerintah Provinsi NTT segera menetapkan status keadaan darurat. Status ini menjadi payung hukum penting agar BNPB, Kementerian Pekerjaan Umum, dan lembaga terkait dapat memberikan dukungan anggaran, teknis, serta sumber daya tanpa hambatan birokrasi.
“Mohon hari ini segera dikeluarkan status daruratnya. Status kedaruratan ini perlu agar BNPB, kementerian/lembaga terkait dari PU dan lain sebagainya bisa membantu secara maksimal,” tegas Suharyanto.
Kedua, BNPB mendorong percepatan pembentukan Pos Satuan Tugas (Posko) di tingkat kabupaten/kota hingga provinsi. Unsur TNI dan Polri dioptimalkan sebagai komandan lapangan agar pergerakan personel, penataan pengungsi, dan distribusi logistik berjalan dalam satu komando terintegrasi.
Bupati diminta menunjuk komandan satuan TNI atau Polri sebagai pimpinan lapangan, sementara Gubernur diminta segera membentuk posko tingkat provinsi.
Ketiga, BNPB membentuk Posko Utama Pendampingan Nasional di Labuan Bajo dan Posko Taktis di Maumere. Dua titik ini dirancang untuk menjangkau wilayah Flores bagian barat dan timur secara merata. Posko Maumere khususnya melayani Sikka, Nagekeo, dan Ngada agar penanganan lebih cepat dan presisi.
Keempat, dibuka Posko Logistik Nasional di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Posko ini menjadi pusat penerimaan bantuan dari kementerian/lembaga, BUMN, swasta, maupun masyarakat. Bantuan kemudian disalurkan melalui jalur udara langsung ke Labuan Bajo atau Maumere.
Kelima, operasi pencarian dan pertolongan (SAR) dipercepat di bawah pimpinan Basarnas. Unsur TNI, Polri, dan relawan digabungkan untuk memastikan tidak ada korban yang masih terjebak atau hilang di reruntuhan.
