81 Tahun Merdeka, Sudahkah Kemerdekaan Sampai ke Tangan Rakyat?

Radar Garut
Lutffi Muchtar Dabigie, S.A.P. (Sekretaris DPC GMNI Garut)
0 Komentar

Ketiga hal tersebut tidak dapat dipisahkan.

Keadilan ekonomi tanpa kesadaran politik akan mudah dibajak oleh kepentingan elite. Kesadaran tanpa perubahan struktural hanya akan menghasilkan slogan. Sementara partisipasi rakyat tanpa pendidikan politik yang memadai dapat dengan mudah dimanipulasi.

Tugas Generasi Hari Ini

Generasi 1945 menghadapi penjajahan dengan perjuangan fisik. Generasi hari ini menghadapi tantangan yang berbeda.

Kita berhadapan dengan ketimpangan ekonomi, korupsi, disinformasi, krisis lingkungan, perubahan teknologi, serta derasnya arus budaya global.

Baca Juga:Memutus Rantai: Ketika Seorang Ibu Memilih Tidak Mewariskan Pola Asuh yang Sama65 Persen Pemilih Garut pada 2029 Diprediksi Pemilih Pemula, Berpotensi Ubah Arah Kekuasaan

Bentuk perjuangannya memang berbeda, tetapi tugas historisnya memiliki satu kesamaan: memastikan kemerdekaan tidak berhenti sebagai simbol.

Karena itu, memperingati kemerdekaan seharusnya tidak hanya berarti mengibarkan bendera atau menggelar perlombaan. Perayaan itu harus menjadi momentum untuk bertanya kembali: apakah petani semakin berdaulat atas tanahnya? Apakah anak-anak rakyat kecil memperoleh pendidikan yang layak? Apakah pekerja mendapatkan kehidupan yang bermartabat? Apakah rakyat memiliki ruang yang cukup untuk mengawasi kekuasaan?

Jika jawabannya belum sepenuhnya, maka pekerjaan kita memang belum selesai.

Delapan puluh satu tahun setelah Proklamasi, Indonesia telah melewati perjalanan panjang. Banyak capaian telah diraih, tetapi masih banyak pula cita-cita yang belum selesai diwujudkan.

Kemerdekaan bukanlah hadiah yang cukup dirayakan setiap Agustus.

Ia adalah tanggung jawab yang harus terus dikerjakan.

Sebab pada akhirnya, ukuran sebuah bangsa benar-benar merdeka bukan hanya ketika ia terbebas dari penjajahan asing, tetapi ketika setiap rakyatnya dapat hidup bermartabat, memiliki kesempatan yang adil, bebas menyampaikan pendapat, dan merasakan bahwa republik ini benar-benar hadir untuk mereka.

Revolusi memang belum selesai. Dan generasi kita adalah salah satu generasi yang bertugas melanjutkannya.(*)

0 Komentar