GARUT – Pemerintah Kabupaten Garut melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), saat ini tengah melakukan perbaikan sebanyak 13 ruas jalan di tahap 2 pada tahun anggaran 2026.
Sebelumnya, sempat viral dimedia sosial Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, memaparkan 13 ruas jalan yang akan diperbaiki oleh PUPR.
1. Jalan simpang – Banjarsari, Bayongbong
2. Jalan Limbangan – Selaawi
3. Jalan Cibogo – Karangsari, Pakenjeng
4. Jalan Talegong – Selaawi, Talegong
5. Jalan Mekarmukti – Cijayana, Mekarmukti
6. Jalan Wanaraja – Talagabodas, Wanaraja
7. Jalan Limbangan – Margamukti, Limbangan
8. Jalan Cimahi – Caringin, caringin
9. Jalan Pakenjeng Lama – Nangkaruka, Pamulihan
10. Jalan Pamalayan – Cikarang Cisewu
11. Jalan Puncakhamerang – Coblosan, Karangsewu, cisewu
12. Jalan Campedak – Papandayan, Sukaresmi
13. Jalan Cibangban – Tanjungpura – Karangpawitan
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas PUPR Garut, Agus Ismail, mengatakan bahwa 13 ruas jalan tersebut sudah dalam proses lelang, dan perkembangannya sudah terjun langsung ke lapangan.
Baca Juga:Karhutla Mengancam Saat Kemarau, Bupati Garut Ungkap Gunung Guntur 5 Kali KebakaranProgram Ketahanan Pangan Nasional Ditengah Efisiensi, Garut Dapat Bantuan 216 Titik Irigasi Perpompaan
“Ya sudah di lapangan. Kemarin kan Pak Bupati juga sudah ke lapangan, kemarin ke Selaawi,” ujarnya.
Namun, kata Agis sapaan akrabnya, terkait keluhan masyarakat bahwa Banjarwangi tidak termasuk dalam 13 ruas jalan yang akan diperbaiki dikarenakan memang jalan Banjarwangi sudah diajukan melalui Intruksi Jalan Daerah (IJD).
Ia memaparkan, dikarenakan Jalan Banjarwangi sudah diajukan ditahun 2025 sehingga otomatis tidak termasuk kedalam 13 ruas jalan, namun memang tidak lolos dikarenakan ada kajian kebencanaan.
“Tahun 2025 tidak lolos karena ada kebencana. Makanya kemarin awal tahun kan kita tangani bencananya, yang sampingnya itu,” paparnya.
Agis menyebutkan, tahun 2026 itu bukannya tidak ada pekerjaan untuk Jalan Banjarwangi, justru jalan Banjarwangi ialah jalan pertama yang diajukan ke pemerintah pusat.
“Jadi 2026 itu bukan tidak ada pekerjaan, justru yang paling pertama itu adalah Banjarwangi kita tangani, yang sampingnya itu, yang bencananya itu, sehingga kita bisa ajukan lagi ke IJD,” sebutnya.
Agis menjelaskan, ruas jalan Banjarwangi – Singajaya yang diusulkan tersebut dengan total panjang 23 kilo.
Baca Juga:Ditengah Fiskal Garut Defisit, Bantuan 2 Juta Per KK Sudah Disalurkan Pada Tahap PertamaGarut Mundur dari Tuan Rumah MTQ Jabar 2026, Sekda: Butuh Anggaran Minimal Rp15 Miliar
“Yang kita usulkan itu 12,1 kilo, kan total pemegatan Singajaya itu 23 kilo, di Banjarwangi itu kurang lebih sekitar 13 kiloan, kemudian di Singajaya itu kurang lebih 9-10 kilo, nah kita yang ajukan kemarin itu yang di Banjarwangi dulu,” jelasnya.
