GARUT — Kemunculan fenomena blue fire atau api biru di kawasan Gunung Papandayan, Kabupaten Garut, kini tengah menjadi perhatian Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Petugas telah mengecek lokasi secara langsung dan saat ini masih menunggu hasil penelitian resmi untuk memastikan penyebab pasti munculnya fenomena tersebut.
Petugas Pos Pantau PVMBG Gunung Papandayan, Muhammad Nurul, menyampaikan bahwa tim masih mendalami apakah kemunculan api biru tersebut disebabkan oleh faktor alam murni dari aktivitas vulkanik atau faktor luar.
Baca Juga:Ulah Opik: Pria Mabuk di Garut Sekap dan Ancam Bunuh IstriSawala Usaha Garut 2026 Catat Investasi Rp20,7 Miliar, Dihadiri Investor, Pengusaha dan Diaspora Garut
”Sampai saat ini kita sudah mengecek lokasi, jadi sekarang tinggal menunggu hasilnya dari tim peneliti, apakah ini faktor alam atau faktor luar,” ujar Muhammad Nurul.
Nurul menjelaskan bahwa kemunculan blue fire sebenarnya bukan hal yang pertama kali terjadi di kawasan Papandayan.
Fenomena serupa pernah muncul di area Kawah Baru. Namun, kali ini lokasinya berada di titik yang berbeda dan terletak sangat dekat dengan jalur pendakian utama.
Sebagai langkah antisipasi dan demi keselamatan pengunjung, pihak PVMBG bersama pihak terkait langsung membatasi akses serta mensterilkan area sekitar munculnya api biru.
”Sebenarnya sudah pernah terjadi di Kawah Baru, tapi sekarang lokasinya beda lagi, dekat dengan jalur pendakian. Makanya kita sterilisasi dulu. Himbauan untuk masyarakat ataupun wisatawan agar tidak mendekati area tersebut sampai menunggu arahan selanjutnya,” lanjutnya.
Informasi awal kemunculan api biru ini diterima petugas pada sore hari, tanggal 23 September 2026.
Petugas kemudian melakukan pemeriksaan ke lokasi pada tanggal 24 dan mendapati api biru masih menyala. Namun, saat pengecekan kembali pada tanggal 25 malam, api tersebut dilaporkan telah padam.
Baca Juga:Terdeteksi Blue Fire, Akses Wisatawan di Gunung Papandayan DibatasiBukan Sekadar Konser! "Suara Guntur" Padukan Musik, Kepedulian Lingkungan, dan Edukasi di Kaki Gunung Guntur
Terkait kondisi gunung secara keseluruhan, Nurul menegaskan bahwa kemunculan api biru tidak memicu peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan di Gunung Papandayan.
Meski saat ini memasuki musim kemarau, pihak PVMBG masih terus memantau dan menantikan laporan komprehensif dari tim peneliti untuk mengetahui dinamika fenomena tersebut lebih lanjut.(*)
