GARUT – Sebuah kandang ayam di Kampung Nangka Leah, RT 004/ Rw 005, Desa Cigintung, Kecamatan Singajaya, Kabupaten Garut, ludes terbakar api pada Minggu (27/9/2026) malam hari.
Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 19.55 WIB tersebut menimpa kandang ayam milik Iwan. Area yang terdampak merupakan seluruh kandang ayam dengan ukuran sekitar 4 x 10 meter persegi.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Garut, Usep Basuki Eko, mengatakan penyebab kebakaran ialah diakibatkan dari sisa pembakaran sampah yang merambat ke kandang ayam.
Baca Juga:Dewan Pendidikan Laporkan Rencana Rakornas, Garut Dipercaya Jadi Tuan RumahDua Kades Hasil PAW Dilantik, DPMD Garut Targetkan Desa Kosong Segera Miliki Kades Definitif
“Api yang berasal dari pembakaran sampah warga merembet ke kandang ayam yang sudah tidak berproduksi, dikhawatirkan merembet ke pemukiman, warga meminta bantuan ke damkar Singajaya,” ujar Eko saat dihubungi, Minggu (27/9/2026).
Mendapat laporan kejadian, Pos Damkar Singajaya langsung mengerahkan 1 unit kendaraan pemadam dengan 4 personel ke lokasi.
Petugas mencatat waktu respons sekitar 10 menit. Proses pemadaman turut dibantu TNI, Satpol PP Kecamatan Singajaya dan warga sekitar.
Api berhasil dilokalisasi sehingga tidak menjalar ke sejumlah bangunan yang berada berdekatan dengan titik kebakaran.
Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut. Namun, kerugian materil atas kebakaran tersebut yang dialami Iwan mencapai Rp15 juta.
“Kerugian materil keseluruhan atas kebakaran tersebut mencapai kurang lebih di Rp15.000.000,” katanya.
Setelah api padam, petugas melakukan proses pendinginan sekaligus pemeriksaan pada area terdampak untuk memastikan tidak terdapat bara maupun titik api yang berpotensi kembali menyala.
Baca Juga:Kebakaran Lahan Bambu Milik SMA YPI Pulosari Garut Berhasil Dipadamkan, Aset Rp350 Juta Berhasil DiselamatkanRumah Permanen di Sukagalih Garut Hangus Terbakar akibat Korsleting Listrik, Kerugian Capai Rp50 Juta
Situasi di lokasi kemudian dinyatakan aman setelah seluruh proses penanganan selesai dilakukan. (*)
