GARUT – Dinas Pertanian Kabupaten Garut mulai merespons laporan kekeringan yang melanda lahan pertanian di Desa Mekarsari, Kecamatan Bayongbong. Pemerintah daerah menyatakan akan mengkaji kemungkinan pemberian bantuan pembangunan sumur bor atau sumur dangkal sebagai upaya mengatasi krisis air yang terjadi selama musim kemarau 2026.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Ardhy Firdian, mengatakan pihaknya telah menerima laporan mengenai kondisi kekeringan yang berdampak pada lahan pertanian di Desa Mekarsari. Meski demikian, proses penanganan masih berada pada tahap kajian.
“Baru mau dikaji,” kata Ardhy saat dihubungi melalui pesan seluler.
Pernyataan tersebut menjadi tanggapan atas desakan berbagai pihak agar pemerintah segera mengambil langkah nyata untuk membantu para petani yang terdampak kekeringan.
Baca Juga:Irigasi Perpompaan Jadi Andalan Warga Garut, Kekeringan Sawah Mulai DiantisipasiKetersediaan Bed Rawat Inap di Garut Baru 1.200, Kebutuhan Capai 2.700
Sebelumnya, kondisi puluhan hektare lahan pertanian yang mengalami kekeringan di Desa Mekarsari telah dilaporkan oleh Ketua Rentan DPC Garut, Budiman, bersama Direktur Sekolah Sungai Cimanuk, Mulyono Khadafi. Keduanya turun langsung ke lokasi untuk melakukan pemantauan terhadap lahan yang mengalami kerusakan akibat minimnya pasokan air.
Dalam kegiatan monitoring tersebut, mereka didampingi oleh Pemerintah Desa Mekarsari serta UPT Pertanian Kecamatan Bayongbong. Hasil peninjauan menunjukkan sebagian besar lahan pertanian mengalami kekeringan parah, bahkan kondisi tanah sudah retak-retak akibat tidak mendapatkan suplai air dalam waktu yang cukup lama.
Ketua Rentan DPC Garut, Budiman, menilai Pemerintah Kabupaten Garut melalui Dinas Pertanian harus segera mengambil langkah konkret untuk menyelamatkan sektor pertanian di wilayah tersebut. Menurutnya, pembangunan infrastruktur sumber air seperti sumur bor, sumur dangkal, maupun tanggul sungai menjadi kebutuhan mendesak agar petani tetap dapat berproduksi.
Sementara itu, Direktur Sekolah Sungai Cimanuk, Mulyono Khadafi, mengungkapkan bahwa luas lahan pertanian yang terdampak kekeringan di Desa Mekarsari diperkirakan mencapai sekitar 33 hektare. Kondisi tersebut dinilai berpotensi mengancam hasil pertanian apabila tidak segera ditangani.
Kepala Desa Mekarsari, Dadang, juga membenarkan bahwa wilayahnya tengah mengalami bencana kekeringan yang cukup serius. Ia mengatakan telah beberapa kali melakukan peninjauan langsung ke area persawahan yang terdampak untuk memastikan kondisi di lapangan.
