RADARGARUT– Musim kemarau yang masih berlangsung di Kabupaten Garut kembali menimbulkan dampak serius bagi warga. Sejumlah wilayah di Desa Cintanagara, Kecamatan Cigedug, kini mengalami krisis air bersih.
Berdasarkan hasil asesmen Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut yang dilakukan pada Selasa 4 Agustus 2026, terdapat enam lokasi yang terdampak, yaitu Kampung Jolok, Kampung Samayuda, Kampung Cibodas, Kampung Siderang Pasir, Kampung Cibelendung, dan Kampung Campaka.
Kondisi kekeringan ini membuat masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih untuk keperluan sehari-hari, mulai dari minum, memasak, hingga keperluan mandi dan mencuci.
Baca Juga:Prakiraan Cuaca Garut Kota Hari Ini: Berawan Sepanjang Hari, Suhu 16–28°CPersib Siap Amankan Kemenangan dari Persija Hari Ini
Sumber air yang biasanya diandalkan warga mengalami penurunan debit yang signifikan akibat minimnya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir.
Menanggapi situasi tersebut, BPBD Kabupaten Garut bersama Dinas Sosial Kabupaten Garut segera melakukan koordinasi dan asesmen lapangan. Sebagai langkah penanganan cepat, kedua instansi tersebut telah mendistribusikan bantuan air bersih sebanyak 15.000 liter kepada masyarakat yang paling membutuhkan.
Bantuan tersebut disalurkan ke tiga kampung prioritas, yakni Kampung Siderang Datar sebanyak 210 kepala keluarga atau 710 jiwa, Kampung Siderang Pasir sebanyak 52 kepala keluarga atau 200 jiwa, serta Kampung Samayuda sebanyak 53 kepala keluarga atau 200 jiwa.
Pendistribusian air bersih ini menjadi solusi sementara untuk meringankan beban warga. BPBD Kabupaten Garut menegaskan bahwa pemantauan dan penyaluran bantuan akan terus dilakukan secara berkala sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Langkah ini diambil agar tidak ada warga yang terlalu lama kesulitan mendapatkan akses air bersih selama musim kemarau masih berlangsung.
Selain penyaluran air, BPBD juga menekankan pentingnya dukungan sarana penampungan. Keberadaan tandon atau torn air sangat diperlukan sebagai tempat penampungan sementara.
Dengan adanya tandon, penyaluran air bersih dapat dilakukan lebih mudah, merata, dan efisien ke seluruh wilayah terdampak. Sarana ini juga diharapkan mampu mengurangi antrean panjang dan mempermudah warga dalam mengambil air sesuai kebutuhan masing-masing.
Baca Juga:Gelar Razia Miras, Polres Garut Amankan Puluhan Botol Miras di Kerkof GarutBanjir Hantam Padang, Ketinggian Air Mencapai Lebih dari Satu Meter
Penanganan kekeringan di Desa Cintanagara tidak hanya dilakukan oleh BPBD dan Dinas Sosial. Pemerintah Kecamatan Cigedug, pemerintah desa, aparat kewilayahan, serta masyarakat setempat juga dilibatkan secara aktif.
